Site icon Jernih.co

Komdigi Ingatkan Masyarakat tidak Unggah Korban Kecelakaan Kereta

Penyebaran foto dan video korban kecelakaan tersebut dikhawatirkan akan membuatkan trauma psikis bagi keluarga korban dan korban, karena korban juga masih ada yang ditangani di rumah sakit.

JERNIH-Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Meutya Hafid, mengingatkan masyarakat untuk tidak mengunggah dan menyebarkan konten baik foto maupun video terkait insiden tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan commuter line (KRL) di Bekasi Timur.

“Ini musibah sudah sangat menyesakkan, ya, baik bagi keluarga korban maupun juga, ya, kita semua. Jadi, tentu kita menghimbau betul, tidak ada yang memanfaatkan peristiwa musibah seperti ini,” kata Meutya, pada Selasa, 28 April.

Selanjutnya Meutya berharap agar semua pihak tidak memanfaatkan kejadian tersebut i untuk menyebarkan informasi tidak benar atau hoaks, sebab kejadian tersebut sudah membawa trauma bagi penyintas dan keluarga korban.

“Apalagi untuk menyebarkan hoaks atau berita tidak benar. Yang kedua, kalaupun tidak benar, kemudian mengulang-ulang sehingga ini membuatkan trauma psikis mungkin bagi keluarga korban ataupun korban, karena korban juga masih ada yang sekarang ditangani di rumah sakit,”.

Meutya juga menambahkan, “Jadi, kita betul-betul menghimbau agar penayangan dari peristiwa-peristiwa kecelakaan kereta api yang tidak perlu, itu tolong tidak disebarkan secara tidak bertanggung jawab.”

Sebagaimana diketahui pada Senin, 27 April malam terjadi musibah tertabraknya KRL oleh KA Argo Bromo Anggrek dari arah belakang. Tabrakan tersebut berawal dari adanya taksi listrik Green SM yang mogok di perlintasan JPL 85 Ampera dan tertemper KRL arah Cikarang-Bekasi. Akibatnya, rangkaian KRL arah Jakarta-Cikarang tertahan hingga akhirnya ditabrak dari belakang. (tvl)

Exit mobile version