Site icon Jernih.co

Lepas Kursi Ketua Umum Partai Ummat, Ridho Rahmadi Kembali ke Dunia Akademis

Mengaku “ngos-ngosan” membagi waktu antara panggung politik dan dunia akademis, Ridho Rahmadi melepaskan kursi Ketua Umum Partai Ummat. Simak rekam jejak sang pakar kecerdasan buatan ini.

WWW.JERNIH.CO  – Langkah politik mengejutkan datang dari Partai Ummat ketika Ridho Rahmadi resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) per 20 Agustus 2026. Keputusan ini telah diterima secara resmi oleh Majelis Syura Partai Ummat. Pengunduran diri tersebut menyedot perhatian publik mengingat Ridho merupakan sosok yang memimpin partai berlogo bintang terbit ini sejak pertama kali dideklarasikan pada tahun 2021.

Pria kelahiran 13 April 1985 yang memiliki gelar lengkap Dr. Ridho Rahmadi, S.Kom., M.Sc., Ing., Ph.D. ini sebenarnya berlatar belakang sebagai seorang akademisi murni. Sebelum mengarungi dinamika politik nasional, ia dikenal luas sebagai pakar ilmu komputer, machine learning, dan kecerdasan buatan (artificial intelligence). Karier akademisnya diawali sebagai dosen di Jurusan Teknik Informatika Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta. Ketika dipercaya memegang kendali Partai Ummat di usia 36 tahun, ia mencatatkan nama sebagai salah satu ketua umum partai politik termuda di Indonesia.

Kualitas kepemimpinan dan kapabilitas intelektual Ridho didukung oleh rekam jejak pendidikan tinggi yang sangat kokoh di dalam dan luar negeri. Pendidikan tingginya dimulai dengan meraih gelar Sarjana Komputer (S.Kom.) di Jurusan Teknik Informatika UII Yogyakarta. Setelah itu, ia melanjutkan studi jenjang magister ganda (double degree) di Eropa hingga meraih gelar M.Sc. dan Ing. dari Johannes Kepler University Linz di Austria serta Czech Technical University di Praha, Republik Ceko. Puncak pendidikannya diraih pada tahun 2019 ketika berhasil menyandang gelar Doktor (Ph.D.) dari Radboud University Nijmegen, Belanda, dengan fokus riset pada sains data dan medis, serta sempat menjadi visiting researcher di Amerika Serikat.

Alasan utama di balik pengunduran dirinya dari kursi kepemimpinan Partai Ummat didasari oleh beban ganda dan kesulitan dalam membagi waktu. Di samping mengurus operasional partai politik yang dinamis, Ridho mengemban tanggung jawab akademis dan manajerial yang padat sebagai Direktur Politeknik LPP (PLAI) di Yogyakarta. Kondisi ini menuntut pembagian fokus, tenaga, dan pikiran yang besar antara ranah politik kepartaian dan institusi pendidikan. Setelah berkonsultasi secara intensif dengan jajaran internal partai serta pihak keluarga, Ridho memilih mundur demi menjaga efektivitas roda organisasi partai. Langkah pengunduran diri ini juga diikuti oleh Sekretaris Jenderal Partai Ummat, Taufik Hidayat, karena kepengurusan mereka merupakan satu paket posisi saat terpilih.

Kiprah Ridho di Partai Ummat juga tidak lepas dari hubungannya dengan tokoh politikus senior nasional, M. Amien Rais. Hubungan keduanya mencakup dua dimensi penting, yaitu aspek kekeluargaan dan politik. Secara personal, Ridho Rahmadi merupakan menantu dari Amien Rais karena menikah dengan putrinya, Tasniem Amatullah Rais. Sementara dalam ranah politik, Amien Rais adalah pendiri utama sekaligus Ketua Majelis Syura Partai Ummat. Penunjukan Ridho sebagai Ketua Umum di awal pembentukan partai mendapat restu dan dorongan kuat dari Amien Rais untuk merepresentasikan generasi muda terpelajar di panggung politik nasional.

Meski kini telah melepaskan jabatannya sebagai Ketua Umum DPP Partai Ummat, perjalanan politik Ridho tidak berhenti begitu saja. Ia tidak sepenuhnya meninggalkan partai yang ikut dibesarkannya tersebut, melainkan melanjutkan kiprah dan pengabdian politiknya dengan berfokus sebagai anggota Majelis Syura Partai Ummat.(*)

BACA JUGA: Amin Rais Punya Partai Baru Namanya Partai Ummat

Exit mobile version