Muncul kekhawatiran pajak baru serta tarif listrik yang lebih tinggi yang dikenakan pada perusahaan besar akan dibebankan kepada konsumen.
JERNIH-Malaysia diguncang unjukrasa yang dilakukan warganya. Ribuan orang turun kejalan menuntut pengunduran diri Perdana Menteri (PM) Anwar Ibrahim. Sekitar 18.000 orang hadir dengan mengenakan kaus hitam dan bandana bertuliskan slogan “Turun Anwar” atau “Mundur Anwar”.
Mereka berkumpul di Lapangan Kemerdekaan di jantung kota Kuala Lumpur untuk mendengarkan pidato para pemimpin oposisi terkemuka. Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad dan Muhyiddin Yassin ikut serta dalam demo tersebut.
Apa penyebab warga Malaysia menuntut adi sebab?
Ada beberapa hal yang memicu kekecewaan warga Malaysia yang mendorong aksi demo tersebut antara lain meningkatnya ketidakpuasan publik atas meningkatnya biaya hidup di Malaysia. Kemudian, ada tuduhan kegagalan mewujudkan reformasi yang dijanjikan Anwar.
Juga adanya kebijakan Anwar yang dikhawatirkan menekan biaya hidup dan membebani masyarakat Malaysia yakni kebijakan Anwar menerapkan Pajak Penjualan dan Jasa (PPJ) serta menaikkan tarif listrik.
Salah seorang pengunjukrasa, Nur Shahirah Leman, 23 tahun, anggota kelompok mahasiswa Islam, menyatakan kekhawatiranya pajak baru serta tarif listrik yang lebih tinggi yang dikenakan pada perusahaan besar. Karena pada akhirnya, itu akan dibebankan kepada konsumen.
“Pajak-pajak ini dibebankan kepada produsen, sehingga secara otomatis akan memengaruhi harga makanan,” sebagaimana dilansir Reuters.
Selain hal-hal tersebut, Anwar juga menghadapi tuduhan campur tangan peradilan dan keraguan atas komitmennya terhadap upaya antikorupsi. Tuduhan tersebut muncul pasca jaksa penuntut umum membatalkan tuntutan korupsi terhadap beberapa tokoh yang berafiliasi dengan pemerintah.
Mahathir Mohamad, bahkan menuduh Anwar menyalahgunakan jabatannya untuk mengadili para rival politiknya.
“Mereka yang tidak bersalah akan didakwa, mereka yang bersalah akan dibebaskan,” kata Mahathir kepada warga.
Sebagaimana diketahui Mahathir yang bulan ini genap berusia 100 tahun merupakan guru politik sekaligusi menjadi rival Anwar. Selama hampir tiga decade, mereka terlibat dalam perseteruan sengit yang telah mendominasi politik Malaysia. (tvl)