Site icon Jernih.co

Mikroplastik Ditemukan di Kota-kota Ini

Jenis mikroplastik yang paling banyak ditemukan di udara adalah serat (fiber) dan fragmen, selain filamen. Temuan polimer di udara juga lebih beragam dibandingkan polimer yang ditemukan dalam sampel air hujan.

JERNIH-Sebuah penelitian tentang kontaminasi mikroplastik diudara pada 18 kota/kabupaten di Indonesia yang dilakukan oleh Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (Ecoton) menyebut bahwa jenis mikroplastik yang paling banyak ditemukan di udara adalah serat (fiber) dan fragmen, selain filamen. Temuan polimer di udara juga lebih beragam dibandingkan polimer yang ditemukan dalam sampel air hujan.

Dalam air hujan, lima jenis polimer yang paling dominan adalah poliester, nilon, polietilena, polipropilen, dan polibutadien. Penelitian tersebut dilakukan tahun lalu pada periode Mei-Juli 2025.

Ecoton merilis hasil penelitian dan menyebut penelitian tersebut hasil kerja sama dengan Masyarakat Jurnalis Lingkungan Indonesia (SIEJ).

Sementara itu, pada sampel udara peneliti juga mengidentifikasi keberadaan polimer lain seperti PTFE, epoxy, poliisobutilena (karet sintetis), poliolefin, dan silika.

“Keberagaman polimer di udara ini sangat dipengaruhi oleh kebiasaan membakar sampah plastik,” kata Koordinator Sukarelawan Riset Mikroplastik, Sofi Azilan Aini, dikutip dari laman Ecoton pada Oktober tahun lalu.

“Sebanyak 57 persen masyarakat masih melakukan pembakaran terbuka, sehingga menyumbang tingginya kadar mikroplastik di udara,” tambahnya.

Serat dan fragmen mikroplastik yang beterbangan di udara, jelasnya, kemudian terdispersi oleh angin dan berpotensi turun bersama air hujan, memicu fenomena yang dikenal sebagai “hujan mikroplastik”.

Berikut urutan 18 kota/kabupaten yang diteliti tingkat kontaminasi udara yang dilakukan pada tahun 2025:

Jakarta Pusat (37 partikel)

Jakarta Selatan (30 partikel)

Bandung (16 partikel)

Semarang (13 partikel)

Kupang (13 partikel)

Denpasar (12 partikel)

Jambi (12 partikel)

Surabaya (12 partikel)

Palembang (10 partikel)

Pontianak (10 partikel)

Aceh Utara (10 partikel)

Sumbawa (10 partikel)

Palu (9 partikel)

Sidoarjo (9 partikel)

Gianyar (6 partikel)

Solo (6 partikel)

Bulukumba (4 partikel)

Malang (2 partikel). (tvl)

Exit mobile version