POTPOURRI

Mochi, Kue ‘Cambohok’ Para Samurai yang Nampang di Sukabumi

Menyebut nama Mochi langsung terbayang  manis bertekstur kenyal dan selalu dibedaki oleh tepung agar tidak lengket. Kue tersebut berasal dari Jepang. Terbuat dari beras ketan Jepang yang ditumbuk hingga kenyal dan lengket. Pada mulanya digunakan untuk perayaan tahun baru bagi para bangsawan Jepang selama periode Heian (tahun 794 – 1185).

Proses membuat kue mochi disebut mochitsuki yang dilakukan secara tradisional. Orang Jepang dalam membuat kue mochi menggunakan palu kayu untuk menumbuk-numbuk beras moci yang dikukus dalam wadah batu atau kayu. Setelah beras menjadi lengket, dipotong menjadi potongan-potongan kecil kemudian dibentuk menjadi bulat atau oval.

Mochi’ ini berasal dari beberapa kata, salah satunya adalah kata kerja ‘Motsu’ yang memiliki arti untuk menahan atau memiliki, sebagai makna bahwa Moci berupa pemberian dari para dewa. Ada juga ‘Mochizuki’ yang berarti ‘bulan purnama’ dan ‘Muchimi’ yang berarti ‘lengket’.

Petani Jepang jaman dulu memakan moci pada musim dingin untuk meningkatkan stamina mereka. Demikian pula para samurai yang juga menyukai moci karena mudah untuk disiapkan dan dibawa kemana-mana. Bila terdengan suara menumbuk mochi merupakan tanda bahwa mereka hendak pergi ke medan pertempuran.

Kini mochi tidak hanya dimakan pada perayaan tahun baru, tetapi juga sebagai teman upacara minum teh. Namun, memakan mochi jangan diangggap sepele,  tekstur mochi Jepang yang kenyal dan tidak memilki isi membuat beberapa orang kesulitan untuk memakannya dan tersedak, hingga mengakibatkan kematian.

Dari bentuk dan rasa, mochi telah mengalami banyak perkembangan. Selain itu, juga mengalami penyebaran dan berkembang di China, Taiwan, Kamboja, Hawai, Korea Selatan, dan Thailand, termasuk di Indonesia, bahkan sampai menjadi makanan khas dari daerah Semarang dan Sukabumi.

Perkembangan mochi Indonesia tak lepas dari masa penjajahan Jepang. Ketika itu mochi dibawa oleh tentara Jepang dan resepnya diajarkan kepada juru masak yang bekerja pada orang Jepang di Sukabumi. Ketika itu Jepang menduduki sekolah bernama SECAPA atau Sekolah Calon Perwira yang dulunya dikenal dikenal dengan nama politie school .

Namun orang Tionghoalah yang pertama kali mengembangkan usaha pembuatan dan penjualan mochi di sukabumi. Sehingga kini  dapat dijumpai penjualan mochi dengan menggunakan pipiti berukuran 10 senti, dengan tulisan aksara cina berbunyi swang sie yang artinya banyak kebahagiaan

Moci sukabumi jauh berbeda dengan moci Jepang. Bukan hanya dari bungkusnya, mochi Sukabumi memiliki isian kacang tanah dan gula pasir. Sehingga Ketika digigit terasa sensasi manis dan guruntulan gula.

Selain di Sukabumi, mochi juga berkembang di Semarang. Bagian luarnya dibalut biji wijen. Dalam tradisi budaya Tiongkok, wijen merupakan rempah penghangat badan. Wijen juga jadi aroma pewangi agar dinikmati lebih gurih dan harum.

Kini mochi berkembang dengan pesat. Mochi bukan hanya menjadi makanan tradisional, tetapi menjadi trend dan makanan kekinian. Banyak varian isi yang inovatif dari mochi. Selain kacang-kacangan, seperti kacang hijau, kacang merah, juga diisi krim rasa buah seperti durian, dan es krim. Ada pula yang diisi keju dan coklat. Bahkan langsung berisi buah utuh seperti strawberi.

Kue moci tidak mengandung pengawet jadi harus langsung dimakan. Meski kini mochi memilki banyak varian rasa dan bentuk. Kita dapat membuatnya sendiri. Karena bahan dan cara membuatnya yang sangat mudah. Tidak perlukan kemampuan khusus.

Berikut resep mochi isi buah yang sedang trending.

Bahan

  1. Tepung beras ketan 400 gr
  2. Gula putih 100 gr
  3. Air 550 ml
  4. Garam ½ sdt
  5. Pewarna makanan secukupnya
  6. Coklat blok
  7. Strawberi
  8. Tepung kanji secukupnya

Cara membuat

  1. Campur tepung, gula, dan air, aduk hingga rata. Beri pewarna makanan aduk hingga rata.
  2. Panaskan adonan tersebut, aduk-aduk agar tidak mengerak. Aduk terus hingga air habis dan mengental. Setelah kental sisihkan, biarkan dingin.
  3. Cairkan coklat blok, lalu celupkan buah strawberi ke dalam coklat cair, sisihkan, biarkan coklat pada strawberi mengeras.
  4. Sangrai tepung kanji hingga bau langunya hilang.
  5. Sebelum membentuk adonan, lumuri tangan dengan tepung kanji.
  6. Ambil sedikit adonan, tipiskan. Lalu letakan buah strawberi yang telah dilumuri coklat. Kemudian tutup buah tersebut. Dan bentuk adonan menjadi oval.
  7. Lumuri adonan yang sudah dibentuk dengan tepung kanji agar tidak lengket. Kue mochi pun siap dihidangkan.
  8. Apabila suka dapat disimpan dilemari es terlebih dahulu, agar rasa mochi menjadi dingin.

Selamat mencoba.

Back to top button