Jernih.co

Setetes Embun: Doa Membawa Damai

Semakin sering atau rutin seseorang mengungkapkan pengalaman, isi hati, harapan dan kerinduan kepada Tuhan, semakin hidupnya tak berjarak dengan Tuhan. Pemancar siaran dan penerima siaran berada pada gelombang yang sama. Semakin orang berdoa, semakin sadar dia akan cinta Tuhan.

Penulis: P. Kimy Ndelo, CSsR

JERNIH-Santa Teresa dari India mempunyai sebuah prinsip yang disebutnya langkah sederhana. Bunyinya:

Buah dari keheningan adalah Doa;

Buah dari doa adalah Iman;

Buah dari Iman adalah Kasih;

Buah dari kasih adalah Pelayanan;

Buah dari pelayanan adalah Damai.

Langkah sederhana inilah yang menuntun Santa Teresa untuk hidup dalam kesatuan dengan Allah dan memberikan diri untuk melayani orang-orang paling miskin dari yang miskin.

Di akhir masa Paskah ini kita dibawa pada permenungan akan Yesus yang berdoa. Seringkali dipertanyakan, jika Yesus adalah Ilahi mengapa Dia harus berdoa?

Yesus memiliki dua kodrat: ilahi dan manusiawu. Yang berdoa ini adalah Yesus yang masih manusia biasa. Inilah doa yang disebur Doa Imam Agung, bahkan bisa disebut juga Doa Konsekrasi atau penyerahan diri. Yesus memohon agar Allah Bapa mempermuliakan Dia, dalam arti bahwa Yesus meminta agar status-Nya dan kepribadian-Nya dibuka sehingga manusia melihat dan percaya bahwa Dia adalah satu dengan Allah.

Dia juga mendoakan murid-murid-Nya karena mereka sudah menerima sabda Allah dan mengakui keilahian-Nya sebagai Mesias. Mereka telah meletakkan seluruh keyakinan mereka kepada Yesus dan kepada Bapa.

Yesus perlu berdoa untuk mereka karena mereka adalah kawanan yang masih rapuh dan mudah goyah. Mereka masih berada dalam proses sampai akhirnya sungguh yakin siapa Yesus ketika mereka menerima Roh Kudus. Saat-saat akhir hidup Yesus adalah saat kritis bagi para murid-Nya.

Yesus juga mendoakan mereka agar mereka bisa menjadi agen kebenaran dan kasih di dalam dunia. Mereka bisa menjadi pewarta tentang kebenaran akan siapa Yesus.

Bagi Yesus doa bagaikan nafas hidup yang tak ada habis dan berhentinya. Doa pribadi merupakan ungkapan spontan, dengan gaya bahasa tertentu. Doa pribadi biasanya keluar dari kedalaman jiwa yang jujur dengan segala situasi dan perasaan. Doa pribadi bagaikan sebuah percakapan jiwa antar kedua pribadi yang dekat satu sama lain.

Semakin sering atau rutin seseorang mengungkapkan pengalaman, isi hati, harapan dan kerinduan kepada Tuhan, semakin hidupnya tak berjarak dengan Tuhan. Pemancar siaran dan penerima siaran berada pada gelombang yang sama. Semakin orang berdoa, semakin sadar dia akan cinta Tuhan.

Dengan kedekatan yang membawa pada kesatuan dengan Allah Bapa maka Yesus bisa melewati setiap krisis yang dihadapi. Yesus bisa menanggung penderitaan sampai akhir karena tahu dan yakin bahwa Bapa tak akan meninggalkan Dia.

Doa mematangkan pribadi Yesus dalam relasi dengan Bapa dan keyakinan akan diri-Nya sendiri. Doa membuat-Nya tetap merasa damai walau menghadapi kesulitan dan penderitaan.

***

Dua tim sepakbola sudah bersiap-siap di lapangan untuk pertandingan final. Sebelum peluit berbunyi mereka masing-masing berkumpul untuk berdoa dengan cara yang sama.

Seorang anak kecil yang duduk dekat pastor lalu bertanya: “Pastor, jika kedua tim ini berdoa dengan iman yang sama kuat dan harapan yang sama besar untuk kemenangan, siapakah yang akan dipilih Tuhan?” Pastor dengan tenang menjawab: “Tuhan pun akan duduk tenang menonton pertandingan yang seru”.

Doa tidak selalu membuat kita menang dan senang tetapi membuat kita damai dan tenang.

(SETETES EMBUN, by P. Kimy Ndelo CSsR; ditulis di Biara Redemptoris Cebu, Filipina-dalam rangka Alphonsian Youth Gathering Redemptoris se Asia-Oceania)

Exit mobile version