Kerajaan Kristus terwujud jika orang-orang paling malang mendapatkan kesempatan untuk hidup selayaknya manusia. Kerajaan Kristus terlihat dimana orang-orang yang menderita dan sakit menerima perhatian dan bela rasa dari sesama mereka. Kerajaan Kristus tercipta dimana kebaikan, keadilan dan kejujuran menjadi kunci utama sikap terhadap sesama manusia.
Penulis: P. Kimy Ndelo CSsR
JERNIH-Tahun ini genap seratus tahun Paus Pius XI mendeklarasikan Pesta Kristus Raja, sebagai perayaan resmi Gereja Katolik, tepatnya tahun 1925. Dalam pernyataan resmi Paus diungkapkan seruan “Pax Christi in Regno Christi” yang berarti “Damai Kristus dalam Kerajaan Kristus.”

Perayaan ini merupakan bentuk pengakuan iman akan kekuasaan Kristus sebagaimana dikatakan oleh Yesus sendiri: “Kepada-Ku telah diberikan segala kekuasaan di surga dan di bumi” (Mat 28,18). Hal ini sesungguhnya sudah diungkapkan oleh malaikat Gabriel, walau dengan cara berbeda sejak awal kelahiran Yesus: “Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya, dan kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan” (Luk 1,33).
Kekuasaan Kristus sebagai Raja seringkali menimbulkan salah paham karena dalam pandangan manusia, simbol kerajaan biasanya adalah tahta dan mahkota emas. Tetapi Yesus berbeda. Tahta-Nya adalah salib dimana Dia digantung seperti penjahat dan mahkota-Nya bukan dari emas tapi dari duri yang dianyam.
Sebagai Raja Dia menunjukkan teladan “bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani” (Mrk 10,45) dengan membasuh kaki para murid-Nya (Yoh 13,5).
Sebagai Raja Dia mengajarkan prinsip mengasihi bukan memerintah: “Supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu” (Yoh 15,12).
Sebagai Raja Dia akan datang dalam segala kemuliaan-Nya pada akhir jaman untuk mengadili baik orang mati maupun orang hidup (Mat 25,31).
Karena itu kerajaan Kristus bukan hanya terjadi di suatu tempat dan pada waktu tertentu. Kerajaan Kristus adalah sebuah tempat dimana cinta dan pelayanan merupakan prinsip hidup. Kerajaan Kristus terwujud jika orang-orang paling malang mendapatkan kesempatan untuk hidup selayaknya manusia. Kerajaan Kristus terlihat dimana orang-orang yang menderita dan sakit menerima perhatian dan bela rasa dari sesama mereka. Kerajaan Kristus tercipta dimana kebaikan, keadilan dan kejujuran menjadi kunci utama sikap terhadap sesama manusia.
**
Tanggal 17 Agustus 2025 yang lalu Paus Leo XIV mengundang sekitar 100 orang-orang miskin di sekitar Castel Gandolfo (istana musim panas Paus), untuk makan siang bersama. Disitu Paus Leo mengingatkan bahwa “kita adalah ciptaan Tuhan yang paling indah. Masing-masing dari kita mewakili gambaran Allah, kita menemukan kehadiran Allah pada setiap pribadi.”
(SETETES EMBUN by P. Kimy Ndelo, CSsR; ditulis di Wisma Sang Penebus Nandan, Yogyakarta).