Seorang mantan petinggi CIA ditangkap setelah FBI menggeledah rumahnya dan menemukan ratusan batang emas senilai Rp708 miliar serta uang tunai tersembunyi. Menariknya, ia justru ditangkap karena kasus lain yang tidak terduga.
WWW.JERNIH.CO – Seorang mantan pejabat tinggi pemerintah Amerika Serikat yang memegang izin keamanan tingkat tinggi (top security clearance) ditangkap oleh agen federal. Menurut dokumen pengadilan yang diperoleh, penangkapan ini dilakukan setelah petugas menemukan ratusan batangan emas senilai minimal Rp708 miliar di rumahnya di Virginia.
Pria bernama David Rush tersebut kini ditahan atas tuduhan pencurian uang negara. Ia ditangkap pekan lalu dan akan tetap berada dalam tahanan federal sembari menunggu sidang penangguhan penahanan minggu depan. Kuasa hukum Rush menolak memberikan komentar saat dihubungi pada 27 Mei.
Dalam penggeledahan di rumah Rush, agen FBI menemukan 303 batangan emas. Agen Spesial FBI, Matthew Johnson, mengungkapkan dalam surat pernyataannya bahwa masing-masing batang emas tersebut memiliki berat sekitar 1 kg dengan total nilai ditaksir melampaui sekitar Rp708 miliar). Selain emas, FBI juga menyita uang tunai sekitar Rp35,4 miliar, juga 35 jam tangan mewah, termasuk merek Rolex.
Menariknya, dakwaan yang dihadapi Rush saat ini justru belum berkaitan langsung dengan emas dan uang tunai yang disita dari rumahnya tersebut.
Dokumen pengadilan hanya menyebut Rush sebagai “mantan pegawai tingkat eksekutif senior di sebuah lembaga Pemerintah AS” yang memiliki akses ke informasi rahasia negara. Namun, laporan dari The New York Times memastikan bahwa Rush merupakan mantan pegawai Central Intelligence Agency (CIA).
Antara November 2025 hingga Maret tahun ini, Rush meminta dan menerima mata uang asing dalam jumlah besar serta emas batangan senilai puluhan juta dolar. Alasan yang ia gunakan adalah untuk “biaya operasional terkait pekerjaan.”
Saat dilakukan audit terhadap ruang penyimpanan milik pemerintah—tempat yang seharusnya menjadi lokasi penyimpanan emas dan uang tersebut—petugas menemukan sebagian besar aset tersebut telah raib. Hingga kini, dokumen pengadilan belum memuat alasan mengapa pekerjaan Rush membutuhkan emas dan uang tunai sebanyak itu.
Di tengah penyelidikan berjalan, FBI menemukan bahwa Rush memalsukan gelar akademisnya saat melamar kerja di pemerintahan. Ia juga terbukti melakukan penipuan dengan mencairkan tunjangan cuti militer sebesar Rp1,36 miliar setelah berbohong bahwa dirinya masih aktif di Pasukan Cadangan Angkatan Laut AS (Navy Reserve).
Rush memang pernah bertugas di Angkatan Laut, namun telah diberhentikan dengan hormat sejak 2015. Ia memalsukan statusnya sebagai anggota cadangan selama 10 tahun hingga 2025.
Kantor hubungan media CIA tidak segera memberikan respons saat dimintai keterangan. Meski begitu, dalam pernyataan bersama kepada The New York Times, CIA dan FBI menjelaskan bahwa penyelidikan internal CIA telah mengendus adanya dugaan pelanggaran hukum.
Atas temuan tersebut, Direktur CIA John Ratcliffe langsung melimpahkan kasus ini kepada FBI untuk ditindaklanjuti secara hukum.(*)
BACA JUGA: Keluarga Malcolm X Gugat CIA, FBI, dan NYPD atas Pembunuhan 1965
