POTPOURRI

Tips Dampingi Buah Hati Hadapi Ujian Nasional

JAKARTA-Ujian Nasional sampai saat ini masih dipandang sebagai tolak ukur dan evaluasi pembelajaran siswa di sekolah. Tidak sedikit yang merasa cemas ketika sudah memasuki masa ujian terutama menjelang Ujian Nasional sementara Badan Standar Nasional Pendidikan sudah menetapkan jadwal Ujian Nasional yang akan dilaksanakan pada awal tahun 2020. Salah satunya disebabkan karena kurangnya persiapan dalam menghadapi Ujian Nasional, bahkan banyak yang tidak tahu hal apa saja yang harus dipersiapkan.

Peran orangtua dalam mempersiapkan anak untuk menghadapi Ujian Nasional  sangat penting. Kehadiran orangtua bisa membuat anak semakin semangat belajar. Namun banyak orangtua bingung tidak tahu cara yang tepat membantu anak menghadapi Ujian Nasional yang akhirnya justru menambah beban anak.

Lantas, apa yang dapat dilakukan oleh orangtua selain mendoakan dan mengharapkan hasil terbaik dari Ujian Nasional?

1.            Selalu up to date sistem Ujian Nasional

Sistem Ujian Nasional yang digunakan saat ini adalah UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer). Ada baiknya orangtua mengenal UNBK itu apa, sistemnya bagaimana dan plus-minusnya apa. Dengan mengetahui UNBK, orangtua bisa mengerti hambatan yang dihadapi anak dalam menghadapi Ujian Nasional. Dan orangtua tidak akan salah paham bila anak mengalami hambatan dalam mempersiapkan Ujian Nasional.

2.            Mengajak anak diskusi

Semakin mendekati ujian orangtua harus lebih banyak meluangkan waktu mendampingi anak.  Orangtua adalah sahabat yang terbaik bagi anak, seharusnya, karena orangtua lah yang paling tulus menginginkan yang terbaik bagi anaknya.

Mulailah ajak anak diskusi hal-hal ringan, misalnya mengatur jadwal belajar atau menyusun rencana belajar khususnya untuk beberapa bulan kedepan menjelang Ujian Nasional. Setelah itu dilanjutkan diskusi pelajaran yang mengalami kesulitan, dan juga kesulitan anak dengan system UNBK.

Merasa didampingi orangtua sebagai sahabat akan membuat mental anak akan lebih kuat menghadapi Ujian Nasional.

3.            Konsultasi dengan guru (wali kelas)

Orangtua disarankan aktif berkomunikasi dengan guru wali kelas tentang informasi standar kelulusan dan juga perkembangan belajar anak di kelas. Tentu saja konsultasi atau komunikasi dengan guru wali kelas tanpa menghakimi tetapi lebih kearah diskusi atau sharing.

4.            Beri motivasi dan apresiasi ke anak

Untuk mencapai hasil yang maksimal dalam Ujian Nasional, diharapkan orangtua memberi motivasi atau dorongan dengan terus mengajak berbicara perkembangan persiapan Ujian Nasional. Beri respon positif seperti berempati dan bisa juga untuk memberikan reward, atau beri pandangan mengenai keuntungan jika mendapatkan hasil bagus seperti bisa masuk sekolah favorit lebih mudah.

5.            Mengelola emosi anak

Persiapan Ujian Nasional dapat memicu anak menjadi stres. Orangtua biasanya lebih mengerti kondisi anak dengan membaca bahasa tubuh anak. Hindari hal-hal yang membuat anak sensitif dan menurunkan semangat belajar. Bantu anak untuk bicara stres yang mereka alami menjelang ujian. Beri empati hingga meeka paham rasan tegang atau stres mereka adalah sesuatu yang normal.

Ajari anak mengelola rasa stres dengan hal sederhana, seperti berdoa dalam keheningan, mengatur nafas panjang, atau membangun rasa percaya diri dan berpikir positif bahwa mereka mampu menjalani ujian dengan baik.

6.            Memperbanyak latihan soal

Sebelum menghadapi Ujian Nasional, sering-sering lah berlatih mengerjakan soal-soal Ujian Nasional. Dengan banyak mengerjakan latihan soal akan membantu mendalami materi pelajaran. Latihan-latihan soal yang dapat diperoleh dari buku-buku Ujian Nasional yang dijual di toko buku yang berkredibel.

7.            Pastikan anak mendapatkan waktu istirahat yang cukup

Bantu atur waktu belajar agar tidak kelelahan, sebab dalam kondisi lelah, anak tidak akan mampu untuk belajar dan berlatih dengan baik. Beri mereka waktu untuk beristirahat saat sudah kesulitan berkonsentrasi. Atur kualitas tidur dengan seksama. Untuk anak usia 6-13 tahun dianjurkan tidur malam selama 9-11 jam, sedangkan untuk anak usia 14-17 dianjurkan tidur 8-10 jam. Supaya berkualitas tidurnya, kurangi interaksi dengan gadget sebelum tidur agar otak “cooling off”, setidaknya 30 menit sampai 1 jam sebelum tidur.

Cara belajar yang baik adalah dengan belajar secara ruti. Jangan biasakan belajar dengan sistem SKS (Sistem Kebut Semalam). Bisa-bisa semua yang sudah dipelajari akan menguap dan terlupakan.

8.            Menjaga Kesehatan Pastikan kesehatan fisik anak dalam kondisi baik. Dengan memperhatikan pola tidur, kesehatan makanan dan nutrisi dan mengatur pola hidup sehat maka akan mendukung peningkatan kineja otak dan pastinya terhindar dar berbagai penyakit. Jangan lupa berikan suplemen dan makanan bergizi untuk anak. Suplemen dan makanan bergizi berguna agar kondisi tubuh anak lebih fit.

(tvl)*

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close