Jernih.co

Trump Sentil Karoline Leavitt di Tengah Perseteruan dengan Media

Trump kembali memicu kontroversi di Oval Office. Kali ini, Sekretaris Persnya sendiri, Karoline Leavitt, yang kena semprot di depan kamera.

WWW.JERNIH.CO –  Donald Trump kembali memicu perhatian publik saat melontarkan kritik tajam yang dibalut candaan kepada Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, dalam sesi konferensi pers di Oval Office.

Di hadapan para awak media, Trump secara blak-blakan menyebut Leavitt “melakukan pekerjaan yang buruk” sebagai bentuk rasa frustrasinya terhadap sentimen negatif media arus utama yang terus menerus menyudutkan dirinya.

Trump meratapi kondisi industri media saat ini, bahkan mengklaim bahwa sirkulasi The New York Times telah merosot tajam sementara The Washington Post dianggapnya hampir punah.

Kekesalan Trump berakar pada data yang ia klaim menunjukkan bahwa dirinya menerima sekitar 93% hingga 97% publikasi negatif. Dalam momen yang cukup canggung tersebut, ia menoleh kepada Leavitt dan mempertanyakan efektivitas kerjanya sebagai perwakilan presiden.

“Mungkin Karoline melakukan pekerjaan yang buruk, saya tidak tahu. Kamu melakukan pekerjaan yang mengerikan. Haruskah kita mempertahankannya? Saya rasa kita akan mempertahankannya,” ujar Trump yang kemudian disambut tawa kecil di ruangan, mengisyaratkan bahwa ucapan tersebut hanyalah sebuah sindiran khas sang presiden kepada bawahannya.

Di balik interaksi tersebut, Leavitt sebenarnya sedang berada di garis depan dalam membela agenda pemerintah, terutama terkait liputan media atas kasus Sheridan Gorman.

Sehari sebelumnya, Leavitt mengecam jaringan berita besar seperti ABC, CBS, dan NBC dengan menyebut mereka “hina” karena dianggap kurang memberikan ruang pemberitaan pada kasus pembunuhan mahasiswa berusia 18 tahun tersebut yang diduga dilakukan oleh imigran ilegal di Chicago.

Ketegangan ini bukanlah hal baru, mengingat administrasi Trump memang dikenal agresif terhadap pers, termasuk melalui inisiatif situs “Media Offender of the Week” yang diluncurkan untuk mempermalukan jurnalis yang dianggap bias.

Sosok Karoline Leavitt sendiri bukanlah orang baru di lingkaran inti Trump. Sebagai representasi Generasi Z yang lahir dan besar di New Hampshire, ia mencatatkan sejarah sebagai salah satu Sekretaris Pers Gedung Putih termuda dalam sejarah Amerika Serikat.

Memulai karier sebagai asisten penulis pidato dan asisten sekretaris pers di bawah Kayleigh McEnany, Leavitt membuktikan loyalitasnya melalui jalur politik praktis hingga menjadi juru bicara utama kampanye Trump 2024.

Dikenal dengan gaya bicaranya yang cepat dan agresif, Leavitt tetap dianggap sebagai salah satu loyalis paling efektif dalam menerjemahkan gaya komunikasi konfrontatif Trump, meskipun terkadang harus menjadi sasaran candaan keras sang presiden di depan publik.(*)

BACA JUGA: Dilema di Balik ‘Epic Fury’: Trump Cari Pintu Keluar, Iran Pilih Tutup Jalur Negosiasi

Exit mobile version