Penelitian tersebut menyebut jika peralatan rumah sakit untuk bayi prematur, implan payudara hingga mainan anak-anak menimbulkan potensi risiko paparan mikroplastik.
JERNIH-Sebuah penelitian mengungkap bagaimana mikroplastik masuk ke dalam tubuh bayi dari berbagai sumber yang mengejutkan.
Dr. Heather Leslie, merupakan ahli yang pertama kali menemukan mikroplastik dalam aliran darah manusia, dan menggambarkan temuan tersebut sebagai “badai mikroplastik.”
Penelitian tersebut menyebut jika peralatan rumah sakit untuk bayi prematur, implan payudara hingga mainan anak-anak menimbulkan potensi risiko paparan mikroplastik.
Demikian juga kateter jantung, implan payudara silikon, implan ortopedi, atau cairan intravena semuanya disebut sebagai sumber yang berpotensi secara tidak sengaja memberikan dosis mikroplastik kepada pasien.
Di rumah sakit, para peneliti menemukan bahwa partikel plastik dapat masuk ke dalam tubuh melalui perangkat medis dan perawatan. Dalam sebuah penelitian ditemukan serpihan mikroplastik di ruang operasi tercatat hingga 9.258 partikel per meter persegi selama satu shift.
Bahkan bayi prematur yang diberi makan melalui infus di unit neonatal diperkirakan menerima hingga 115 partikel mikroplastik selama periode pemberian makan 72 jam hanya dari sirkuit infus saja.
Demikian juga konsumsi susu formula bayi juga memaparkan bayi pada mikroplastik pada tingkat <1 hingga 17 mikroplastik per gram melalui kemasan.
Selanjutnya peneliti menyebut produk anak-anak seperti balok lego, alas bermain bayi, dan produk anak-anak lainnya juga melepaskan PET, polipropilen, polietena, dan PVC ke lingkungan tempat tinggal.
Bahkan dalam ruangan paparan terduga lainnya didapat melalui cat. Plastik adalah komponen utama dari banyak produk cat. Dengan demikian, cat mengeluarkan mikroplastik ketika aus atau ketika lapisan lama dikerok.
Anak-anak secara alami menelan lebih banyak debu yang mengendap saat bermain dan menghirup lebih banyak udara per kilogram berat badan, paparan mereka secara proporsional lebih tinggi daripada orang dewasa. (tvl)
