Jernih.co

Republik Omon-omon, Puisi Hikmat Gumelar untuk 81 Tahun Kemerdekaan

di republik omon-omon ini

swasembada pangan dicapai

dengan mengimpor beras dan kedelai

mengimpor gandum dan bawang putih

Republik Omon-omon

hanya di sini

di republik omon-omon ini

2 + 8 = 11

10 + 2 = 13

10 + 6 = 17

hanya di sini

di republik omon-omon ini

1 hektar sawah sekali panen 40 ton

dan harganya bagus

sekilo harganya 70.000 rupiah

hanya di sini

di republik omon-omon ini

seorang buruh harian

mengupas bawang dengan upah

700 ribu rupiah per kilogram

hanya di sini

di republik omon-omon ini

satu penggilingan padi di saat panen

setiap bulannya meraup

untung hingga 20 triliun

hanya di sini

di republik omon-omon ini

para petani suka

ke luar negeri liburan

terbang ke Hongkong misalnya

hanya di sini

di republik omon-omon ini

ribuan anak-anak di sekolah

keracunan setelah sarapan

Makan Belatung Gratis

hanya di sini

di republik omon-omon ini

BBM naik

karena rakyat

meminta BBM naik

hanya di sini

di republic omon-omon ini

ketika tertangkap

para koruptor melambaikan tangan

sambil tak lupa melepas senyuman

hanya di sini

di republik omon-omon ini

swasembada pangan dicapai

dengan mengimpor beras dan kedelai

mengimpor gandum dan bawang putih

hanya di sini

di republik omon-omon ini

justru setelah merdeka 81 tahun

pemimpin semakin merdeka kemaruk

pemimpin semakin merdeka ngacapruk

tetapi di sini

di Taman Cikapayang ini

mari kita berpijak di bumi

mari kita berpayung langit

mari kita nyanyikan hati Ibu Pertiwi []

*Hikmat Gumelar, penyair asal Kadipaten, Majalengka, penerima Palestine World Prize for Literature 2025

Exit mobile version