JERNIH — Kabar gembira datang dari Tanah Suci. Penjaga Dua Masjid Suci, Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud, secara resmi mengumumkan akan mengundang 1.000 jemaah dari berbagai belahan dunia untuk menunaikan ibadah umrah secara gratis.
Dilansir dari kantor berita resmi Saudi Press Agency (SPA), Sabtu (27/6/2026), seluruh akomodasi, logistik, dan biaya perjalanan ibadah para jemaah terpilih ini akan ditanggung langsung 100 persen oleh kantong pribadi sang raja melalui program prestisius Tamu Raja Salman.
Megaprogram yang diarsiteki oleh Kementerian Urusan Islam, Dakwah, dan Bimbingan Arab Saudi ini rencananya akan dieksekusi dalam empat fase sepanjang tahun 1448 Hijriah.
Istimewanya, Indonesia resmi ditunjuk masuk ke dalam kelompok terbang (kloter) pertama di fase awal ini. Kloter pembuka ini terdiri dari 250 jemaah umrah yang berasal dari 16 negara strategis di Asia, meliputi:
- Asia Tenggara: Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, Kamboja, Vietnam, Laos, Myanmar, dan Timor Leste.
- Asia Timur: China, Jepang, Korea Selatan, Hong Kong, Taiwan, hingga Mongolia.
Menteri Urusan Islam sekaligus Pengawas Umum Program Tamu Raja, Syekh Dr. Abdullatif Al Alsheikh, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Raja Salman dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MbS) atas komitmen tanpa batas mereka dalam melayani umat Islam internasional.
Menurut Al Alsheikh, program ini bukan sekadar aksi berbagi tiket ibadah gratis biasa. Lebih dari itu, inisiatif ini merupakan perwujudan dari visi besar diplomasi keagamaan Arab Saudi di panggung global.
“Inisiatif mulia ini mencerminkan dedikasi tertinggi kepemimpinan Arab Saudi untuk memperkuat ikatan tali persaudaraan sesama Muslim. Ini adalah misi kemanusiaan dan keagamaan kerajaan untuk membangun jembatan komunikasi yang kokoh dengan para ulama, tokoh agama, serta figur berpengaruh di seluruh komunitas Muslim dunia,” urai Al Alsheikh.
Melalui program Tamu Raja Salman ini, Kerajaan Arab Saudi kembali menegaskan posisinya sebagai episentrum dunia Islam yang terus berupaya mempererat hubungan bilateral antarnegara melalui jalur ibadah, kerja sama global, dan persatuan umat.
