Site icon Jernih.co

Benarkah Iddo Netanyahu si Adik Benjamin Tewas?

Berita mengenai tokoh-tokoh penting sering kali menjadi sasaran empuk disinformasi, terutama di tengah ketegangan geopolitik yang tinggi. Seperti Iddo Netanyahu, adik bungsu dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, telah meninggal dunia.

WWW.JERNIH.CO –  Berdasarkan informasi, kabar yang menyatakan bahwa Iddo Netanyahu tewas adalah hoaks atau berita palsu.

Rumor ini mulai menyebar luas di platform media sosial seperti X (sebelumnya Twitter) dan Telegram, sering kali dikaitkan dengan narasi serangan udara atau konflik bersenjata antara Israel dan Iran.

Beberapa unggahan mengeklaim bahwa Iddo tewas dalam sebuah serangan di Tel Aviv. Namun, tidak ada pernyataan resmi dari kantor Perdana Menteri Israel, pihak keluarga, maupun media kredibel internasional yang mengonfirmasi kematiannya.

Iddo Netanyahu saat ini rupanya  diketahui masih hidup dan tetap aktif dalam kegiatannya sebagai penulis dan dokter.

Iddo Netanyahu lahir pada 24 Juli 1952 di Yerusalem. Ia adalah putra bungsu dari pasangan Benzion Netanyahu, seorang sejarawan terkemuka, dan Cela Segal. Dalam keluarga Netanyahu yang sangat berpengaruh, Iddo sering dianggap sebagai sosok yang lebih pendiam dan intelektual dibandingkan kakak-kakaknya.

BACA JUGA: Taktik Licik Netanyahu

Iddo tumbuh besar di bawah bayang-bayang sejarah militer dan politik Israel. Ia memiliki dua kakak laki-laki. Yonatan (Yoni) Netanyahu, pahlawan nasional Israel yang gugur saat memimpin operasi penyelamatan sandera di Entebbe, Uganda, pada tahun 1976. Kedua, Benjamin (Bibi) Netanyahu, Perdana Menteri Israel yang menjabat paling lama dalam sejarah negara tersebut dan paling kontroversial.

Seperti kedua kakaknya, Iddo bertugas di unit elit pasukan khusus Israel, Sayeret Matkal. Setelah menyelesaikan masa dinas militernya, ia menempuh jalur yang berbeda dari Benjamin. Iddo memilih dunia medis dan mendapatkan gelar dokter (M.D.) dari Hebrew University of Jerusalem. Ia sempat menjalani pelatihan pascadoktoral di Amerika Serikat, tepatnya di Georgetown University Hospital dan Mount Sinai Medical Center. Secara profesi, ia dikenal sebagai seorang ahli radiologi.

Meskipun memiliki latar belakang medis, gairah utama Iddo Netanyahu terletak pada literatur dan seni. Ia adalah seorang penulis dan dramawan yang cukup produktif.

Iddo mendedikasikan banyak waktunya untuk mendokumentasikan kehidupan kakak pertamanya, Yoni. Salah satu bukunya yang paling terkenal, Yoni’s Last Battle, memberikan analisis mendetail tentang serangan Entebbe berdasarkan wawancara dengan para prajurit yang terlibat.

Ia telah menulis beberapa buku fiksi, termasuk Itamar K., sebuah satire politik tentang masyarakat Israel, serta kumpulan cerita pendek berjudul The Rescuers. Dalam dekade terakhir, ia lebih banyak memfokuskan diri pada penulisan naskah teater. Salah satu lakonnya, A Happy End, telah dipentaskan di berbagai belahan dunia, mulai dari Tel Aviv, New York (Off-Broadway), hingga Moskow.

Secara pribadi, Iddo dikenal sebagai sosok yang sangat menjaga privasi. Berbeda dengan Benjamin yang sangat vokal di panggung politik, Iddo jarang muncul di media kecuali untuk membahas karya seni atau membela nama baik keluarganya.(*)

BACA JUGA: Benjamin Netanyahu Memang Tak Tahu Diri

Exit mobile version