
Surat presiden kepada DPR salah satunya menunjuk Destry Damayanti sebagai calon satu-satunya calon Gubernur BI menggantikan Perry Warjiyo. Ia bisa jadi perempuan pertama menjabat gubernur bank sentral Indonesia.
WWW.JERNIH.CO – Jejak panjang di panggung finansial nasional telah menempa Destry Damayanti menjadi salah satu benteng utama pengawal stabilitas ekonomi Indonesia. Berbekal kombinasi matang antara pengalaman pasar, ketajaman analisis, dan kepemimpinan di tengah krisis, sosok yang kini mengemban amanah sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (DGS BI) ini terus menunjukkan dedikasinya dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah arus ketidakpastian global.
Secara definitif, hingga saat ini belum pernah ada perempuan yang menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia. Sejak posisi pimpinan tertinggi bank sentral tersebut dibentuk pertama kali dan diisi oleh Sjafruddin Prawiranegara pada tahun 1953, seluruh pejabat yang terpilih serta dilantik secara definitif sebagai Gubernur BI adalah laki-laki.
Meski demikian, posisi pimpinan puncak di Bank Indonesia pernah dan sedang diisi oleh perempuan melalui mekanisme Pejabat Sementara (Pjs). Berdasarkan Undang-Undang Bank Indonesia, ketika posisi Gubernur lowong, Deputi Gubernur Senior secara otomatis menjalankan tugas dan wewenang Gubernur BI. Hal ini dialami oleh Destry Damayanti yang menjalankan amanah sebagai Pejabat Sementara Gubernur BI menggantikan Perry Warjiyo, di mana ia juga diusulkan sebagai calon tunggal Gubernur BI definitif.
Di luar posisi tertinggi tersebut, kepemimpinan perempuan telah mengukir rekam jejak kuat di jajaran Dewan Gubernur Bank Indonesia. Posisi Deputi Gubernur Senior dan Deputi Gubernur telah diisi oleh sejumlah nama terkemuka, seperti Miranda Swaray Goeltom yang menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior periode 2004–2008 dan sempat menjadi Plt Gubernur BI pada 2009, Destry Damayanti yang dipercaya memegang jabatan Deputi Gubernur Senior selama dua periode, serta Filianingsih Hendarta dan Rosmaya Pujihastuti yang turut memperkuat jajaran Deputi Gubernur Bank Indonesia.
BACA JUGA: Destry Damayanti Gantikan Perry Warjiyo untuk Sementara
Sebelum menapakkan kaki di menara Bank Indonesia, Destry telah melintasi rekam jejak yang sangat panjang di sektor riil, lembaga keuangan pasar modal, hingga badan independen pemerintah. Lulusan Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia dan pemegang gelar Master of Science in Finance dari Cornell University ini mengawali kariernya dengan fondasi akademis dan analitis yang kokoh.
Keahliannya di bidang riset pasar keuangan teruji saat ia menjabat sebagai Chief Economist di PT Mandiri Sekuritas dan kemudian Chief Economist PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Di ranah perbankan terbesar di Indonesia tersebut, pemikiran dan analisis Destry menjadi rujukan penting bagi para pengambil keputusan investasi dan arah kebijakan korporasi.
Tak hanya moncer di sektor privat, kepercayaan publik pada integritas Destry dibuktikan saat ia diamanahi posisi strategis sebagai Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) pada 2015. Pada tahun yang sama, kepemimpinan dan ketegasannya kembali diuji ketika ia ditunjuk menjadi Ketua Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)—sebuah tugas negara berisiko tinggi yang berhasil ia selesaikan dengan apresiasi luas dari masyarakat.
Memasuki Agustus 2019, Destry resmi dilantik menjadi Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia. Penunjukannya memperkuat jajaran pimpinan bank sentral dengan perspektif pasar yang segar dan pragmatis. Hanya beberapa bulan setelah menjabat, tantangan terhebat abad ini menghampiri, yaitu pandemi COVID-19.
Di bawah jajaran kepemimpinan BI bersama Gubernur Perry Warjiyo, Destry memainkan peran krusial dalam merumuskan Bauran Kebijakan (Policy Mix) BI untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, mempercepat digitalisasi sistem pembayaran, dan memastikan likuiditas pasar tetap terjaga.
Dalam jejak kepemimpinannya di Bank Indonesia, Destry mengawal berbagai pilar prestasi strategis, mulai dari akselerasi digitalisasi sistem pembayaran melalui adopsi massal Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dan peluncuran BI-FAST yang mentransformasi ekosistem UMKM serta keuangan inklusif.
Ia juga memanfaatkan latar belakang ekonom pasarnya untuk mengakselerasi pendalaman pasar keuangan lewat instrumen baru seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) guna menarik aliran modal asing. Selain itu, Destry turut mengawal penguatan pembayaran lintas negara melalui Local Currency Transaction dan Cross-Border Payment di kawasan ASEAN, serta mendorong integrasi prinsip ekonomi hijau dan pemberdayaan UMKM berbasis digital. Atas rekam jejak dan kepemimpinannya yang solid, kepercayaan negara terhadapnya kembali ditegaskan melalui penetapan kembali Destry Damayanti sebagai Deputi Gubernur Senior BI untuk periode kedua.(*)




