Site icon Jernih.co

Harga Emas yang Makin Berkilau Pengaruhi Perhitungan Zakat Mal di Seluruh Dunia

JERNIH – Di tengah suasana khusyu bulan suci, jutaan umat Muslim di seluruh dunia kini tengah bersiap menunaikan salah satu rukun Islam yang paling krusial yakni Zakat Mal. Namun, Ramadan tahun ini membawa tantangan unik yang belum pernah terjadi sebelumnya. Lonjakan harga emas dunia yang drastis telah mengubah peta kalkulasi kewajiban agama ini secara signifikan.

Emas bukan sekadar perhiasan; dalam syariat Islam, logam mulia ini adalah “jangkar” yang menentukan siapa yang wajib memberi dan siapa yang berhak menerima. Sejak Ramadan tahun lalu, harga emas dunia telah melonjak hampir dua kali lipat. Dari kisaran US$2.900 per troy ounce, kini harganya telah menembus angka fantastis di atas US$5.100 (sekitar Rp80 juta per troy ounce).

Lonjakan ini secara langsung memengaruhi dua aspek fundamental zakat. Dengan harga emas yang mahal, standar kekayaan minimal (nisab) untuk wajib zakat juga ikut meroket. Artinya, orang yang tahun lalu wajib berzakat, bisa jadi tahun ini “terbebas” dari kewajiban karena kekayaannya tidak lagi mengejar standar nisab yang baru. Bagi mereka yang kekayaannya tetap di atas ambang batas, kenaikan nilai emas berarti nominal uang yang harus dikeluarkan untuk zakat juga meningkat tajam.

Mengutip laporan Al Jazeera, Zakat Mal wajib ditunaikan setiap Muslim dewasa yang kekayaannya mencapai nisab dan telah dimiliki selama satu tahun hijriah (haul). Tahun ini, jika menggunakan standar emas 85 gram (setara 3 troy ounce), maka ambang batas kekayaan minimal mencapai kisaran US$15.000 (sekitar Rp235 juta). Sebagai perbandingan, tahun lalu ambang batas ini hanya berada di angka US$8.000.

Selain standar emas, Islam juga mengenal standar perak (595 gram). Penggunaan dua standar ini bertujuan agar zakat tetap relevan di berbagai kondisi ekonomi dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat.

Seni Menghitung: Emas Investasi vs Perhiasan

Menghitung zakat pada emas tidak bisa sembarangan. Nilainya didasarkan pada harga pasar saat ini, bukan harga saat Anda membelinya. Berikut adalah panduan kalkulasi untuk perhiasan Anda:

Contoh Kasus: Jika Anda memiliki kalung 18 karat seberat 40 gram:

  1. Berat murni Anda adalah 30 gram.
  2. Dengan harga emas sekitar US$164/gram, total nilai aset emas Anda adalah US$4.920.
  3. Jika ini adalah satu-satunya tabungan Anda, maka Anda tidak wajib zakat karena nilainya di bawah nisab (US$15.000). Namun jika total kekayaan Anda (tunai + emas) di atas *nisab*, Anda wajib membayar zakat sebesar US$123 untuk kalung tersebut.

Zakat Mal vs Zakat Fitrah

Penting bagi umat untuk membedakan dua jenis zakat di bulan Ramadan:

Ke Mana Uang Zakat Mengalir?

Zakat bukan sekadar pajak agama; ia adalah instrumen distribusi kekayaan. Al-Quran secara spesifik menetapkan delapan golongan (asnaf) yang berhak menerima:

  1. Fakir & Miskin: Mereka yang tidak memiliki harta atau penghasilan cukup.
  2. Amil: Pengelola zakat.
  3. Mualaf: Orang yang baru masuk Islam.
  4. Gharimin: Orang yang terjerat hutang untuk kebutuhan dasar.
  5. Ibnu Sabil: Musafir yang kehabisan bekal.
  6. Fisabilillah: Mereka yang berjuang di jalan Allah (pendidikan, sosial, kemanusiaan).
  7. Riqab: Membebaskan hamba sahaya (di era modern mencakup korban kerja paksa/perbudakan modern).

Di tengah fluktuasi ekonomi global, zakat hadir sebagai penyeimbang. Bagi si kaya, ia adalah sarana “pembersihan” harta dari hak orang lain. Bagi si miskin, ia adalah jaring pengaman ekonomi. Kenaikan harga emas mungkin membuat kalkulasi di atas kertas menjadi lebih rumit, namun esensinya tetap sama, memastikan harta tidak hanya menumpuk di satu tangan, melainkan mengalir untuk menghidupkan kemanusiaan.

Exit mobile version