DesportareVeritas

Tarian Terakhir Lionel Messi

Ada sekelumit duka menggelayut kala si “penyihir kecil” ini memastikan gantung sepatu. Dua puluh tahun lebih membawa bendera Albicelste hingga puncak dunia. Apa duka yang masih ia bawa itu?

WWW.JERNIH.CO  – Sebuah era keemasan dalam sejarah sepak bola dunia resmi berakhir. Sang megabintang Argentina, Lionel Messi, telah mengumumkan keputusannya untuk pensiun dari panggung sepak bola internasional. Langkah ini diakuinya sebagai keputusan yang sangat menyakitkan, namun ia merasa waktunya memang telah tiba.

Pemain berusia 39 tahun yang memimpin Albiceleste meraih gelar Juara Dunia di Qatar pada 2022 tersebut menyelesaikannya dengan catatan fantastis: 125 gol dalam 207 penampilan. Angka ini mengukuhkan dirinya sebagai pencetak gol terbanyak sekaligus pemegang caps terbanyak sepanjang sejarah timnas Argentina.

“Saya telah memberikan segalanya untuk tim nasional, dan kini tidak ada lagi yang tersisa untuk diberikan,” ujar Messi dalam pernyataan resminya.

“Waktu semakin singkat, setiap babak pasti ada akhirnya, dan babak ini adalah satu yang paling menyakitkan bagi saya. Saya mencintai, selalu mencintai, dan akan selalu mencintai bagian dari tim nasional ini. Selain itu, ada banyak pemain muda luar biasa yang mulai bermunculan dan mereka layak mendapatkan kesempatan mereka,” terusnya.

Keputusan besar ini tak lepas dari peristiwa personal yang menimpanya. Pada awal Agustus lalu, Messi sempat mengungkapkan bahwa ia sedang mempertimbangkan masa depannya usai sang ayah, Jorge, meninggal dunia pada usia 68 tahun akibat sakit yang cukup lama.

Peraih 8 gelar Ballon d’Or tersebut mengaku sebenarnya telah menuliskan pesan perpisahannya pada 21 Juli—hanya dua hari setelah Argentina kalah dari Spanyol di final Piala Dunia musim panas ini.

Melalui unggahan di Instagram pada hari Senin, ia menegaskan: “Hari ini, setelah apa yang terjadi pada ayah saya, saya jauh lebih yakin dibanding sebelumnya.”

Karier internasional Messi dimulai pada tahun 2005 dalam laga persahabatan melawan Hungaria, ketika ia masuk sebagai pemain pengganti di menit ke-63. Ironisnya, kurang dari satu menit di lapangan, ia langsung dijatuhi kartu merah langsung usai menyikut bek Vilmos Vanczak.

Meski mengawali langkahnya dengan pahit, Messi bangkit dan menjelma menjadi salah satu pemain terbaik sepanjang masa. Ia berhasil mempersembahkan satu trofi Piala Dunia dan dua gelar Copa America untuk negaranya.

Di panggung dunia, Messi mencatatkan rekor luar biasa;

  • Pencetak gol terbanyak kedua di Piala Dunia: 21 gol (hanya kalah dari Kylian Mbappe yang mencetak 22 gol).
  • Pencetak gol terbanyak kedua di laga internasional sepanjang masa: 125 gol (berada di belakang rival utamanya, Cristiano Ronaldo, dengan 146 gol).
  • Raja Assist Piala Dunia: Mengoleksi total 12 assist di Piala Dunia (10 di antaranya di babak gugur)—catatan terbanyak yang belum pernah diraih pemain mana pun dalam sejarah. Pada Piala Dunia terakhirnya musim panas ini saja, ia menyumbang 8 gol dan 4 assist.

Ini sebenarnya bukan kali pertama Messi mengumumkan pensiun. Pada 2016, ia sempat menyatakan mundur setelah kalah dari Cili di final Copa America—di mana ia gagal mengeksekusi penalti dalam adu penalti yang menandai kekalahan di final keempatnya bersama Argentina dalam rentang sembilan tahun. Namun, keputusan itu berhasil ia batalkan hingga akhirnya membawa Argentina ke puncak dunia.

Dalam pesan perpisahannya, Messi menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pendukungnya.

“Terima kasih atas semua cinta selama 20 tahun terakhir ini. Saya akan sangat merindukan riuh suara kalian dari dalam lapangan. Sekarang, saya akan menjadi salah satu dari kalian, yang selalu bersorak dan mendukung dari luar garis lapangan. Saya pergi dengan kedamaian pikiran dan rasa bangga karena telah memberikan momen-momen yang dulu hanya bisa kita impikan. Cinta saya untuk kalian semua!”

Dalam perlombaan melawan waktu, atlet tidak pernah benar-benar menang. Messi telah menundakkan sang waktu cukup lama, namun kombinasi dari duka atas kepergian ayahnya dan kekalahan telak dari Spanyol di final Piala Dunia seolah mempercepat keputusan tersebut. Kekalahan dari Spanyol memperlihatkan jarak kualitas yang cukup besar, dan publik bisa melihat dari raut wajah Messi bahwa ia tak lagi sanggup melewati proses seberat itu sekali lagi.

Untuk tingkat klub, karier Messi dipastikan masih berjalan bersama klub Major League Soccer (MLS), Inter Miami, dengan kontrak yang berlaku hingga akhir musim 2028.

Mengenai rumor kembalinya Messi ke klub masa kecilnya, Newell’s Old Boys, ada beberapa kendala besar. Memboyong keluarganya kembali ke Rosario yang kini diwarnai isu kekerasan tentu bukan hal mudah. Meskipun rekannya, Angel Di Maria, sukses kembali ke Rosario Central, Messi diprediksi enggan membawa keluarganya ke dalam sorotan media dan publik yang terlalu intens di sana.

Level sepak bola lokal mungkin kurang menarik minatnya untuk jangka panjang. Meski opsi kembali untuk beberapa laga seremonial sebagai penutup karier romantis tetap terbuka, Inter Miami kemungkinan besar akan menjadi pelabuhan terakhirnya.

Pada akhirnya, Messi akan berhenti total ketika ia merasa siap. Para penggemar Inter Miami kini menjadi yang paling beruntung karena dapat menikmati sisa-sisa keajaiban dari sang “Penyihir Kecil” di lapangan hijau.(*)

BACA JUGA: Sanksi Denda untuk Lionel Messi, Emosi Memuncak di Menit Akhir MLS

Back to top button