Site icon Jernih.co

Camilan Jepang Jadi Hitam-Putih, Perang Iran Picu Kelangkaan Tinta Dunia

(Foto: Issei Kato/Reuters)

Dampak perang Iran-Israel kini merambah ke rak-rak supermarket di Jepang dengan cara yang unik sekaligus memprihatinkan. Raksasa produsen camilan Jepang terpaksa mengubah kemasan produk mereka yang biasanya cerah menjadi hitam-putih akibat kelangkaan tinta cetak dunia.

JERNIH – Perang antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran telah menguras “warna” dari supermarket di Jepang. Calbee, salah satu produsen keripik kentang paling populer di Jepang, mengumumkan akan beralih sementara ke kemasan monokrom (hitam-putih) untuk 14 produknya, termasuk Calbee Potato Chips.

Kelangkaan ini dipicu oleh terhentinya pasokan di Selat Hormuz sejak akhir Februari lalu. Jepang sangat rentan terhadap situasi ini karena mereka mengimpor 40 persen kebutuhan naptha dari Timur Tengah.

Naptha adalah turunan minyak bumi yang sangat krusial karena merupakan bahan baku utama pembuatan tinta cetak (pelarut dan resin). Bahan ini biasa digunakan dalam produksi plastik dan karet sintetis serta komponen penting untuk bensin beroktan tinggi serta pelarut industri untuk cat dan perekat.

Meskipun gencatan senjata yang rapuh telah disepakati pada 8 April, Selat Hormuz tetap terblokir. Kondisi ini diperparah oleh blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sejak 13 April.

Akibatnya, perusahaan kimia global seperti Sun Chemical (AS) dan Hubergroup (Jerman) terpaksa menaikkan harga produk mereka karena biaya logistik, energi, dan bahan baku yang terus membubung tinggi. Penyesuaian harga dianggap tidak terhindarkan mengingat tekanan biaya yang persisten.

Selain naptha, bahan baku tinta lain yang mengalami kelangkaan adalah nitroselulosa. Bahan ini menghadapi “perebutan” permintaan karena kegunaan ganda. Di industri sipil digunakan dalam tinta cetak dan pelapis kemasan sementara industri militer menggunakannya sebagai bahan pendorong (propelan) dan peledak militer.

Meningkatnya belanja NATO dan invasi Rusia ke Ukraina telah menyedot pasokan nitroselulosa untuk kepentingan pertahanan, sehingga industri sipil seperti kemasan makanan semakin terjepit.

Menyikapi langkah Calbee yang menyederhanakan kemasan demi menjaga stabilitas pasokan mulai 25 Mei, pemerintah Jepang menyatakan terus berupaya menambal celah pasokan.

Wakil Kepala Sekretaris Kabinet, Kei Sato, mengungkapkan bahwa impor dari luar Timur Tengah bulan ini telah meningkat tiga kali lipat dibanding sebelum perang. Pemerintah juga akan mengadakan audiensi pencarian fakta pada hari Selasa untuk memantau situasi perusahaan-perusahaan yang terdampak.

Exit mobile version