Site icon Jernih.co

Dewan Pakar : Tidak Ada Rencana Munaslub di Partai Golkar

Yuddy Chrisnandi bersama Airlangga Hartarto

“Jadi, berita-berita yang beredar di luar itu lebih merupakan spekulasi dan pendapat pribadi salah satu anggota Dewan Pakar,”kata Yuddy. Dengan demikian hal itu sepenuhnya merupakan tanggung jawab pribadi yang bersangkutan dan sama sekali bukan pandangan kolektif Dewan Pakar Partai Golkar.

JERNIH–Wakil Ketua Dewan Pakar Partai Golkar, Prof. Yuddy Chrisnandi, membantah adanya isu bahwa lembaga yang dipimpinnya  mengusulkan digelarnya  Musyawa-rah Nasional Luar Biasa (Munaslab) untuk membatalkan dukungan pencapresan Airlangga Hartarto pada Pilpres 2024 mendatang.

Pernyataan itu merupakan bantahan tegas yang disampaikan Yuddy, mencermati berita-berita yang berkembang di media massa yang mengatakan Dewan Pakar Partai Golkar membahas kemungkinan dilakukannya Munaslub partai. “Bukan, sejatinya itu adalah rapat untuk memberikan sejumlah rekomendasi menjelang Pemilihan Umum 2024,”kata Yuddy, melalui pernyataan pers yang kami terima.

Yuddy menambahkan, pada Ahad malam (9/7/2023), ia mendampingi Ketua Dewan Pakar Partai Golkar, Agung Laksono, dalam rapat di kediaman Agung di Jakarta. Menurut Yuddy, selain Ketua dan dirinya, dalam rapat tersebut hadir pula Sekretaris Dewan Pakar dan para anggota lainnya. “Jadi tidak benar ada rapat untuk memberikan usulan Munaslub itu,”kata Yuddy, guru besar ilmu politik Universitas Nasional (UNAS) tersebut.

Yuddy juga menegaskan, dalam Rapat Pleno ke-VIII pun Dewan Pakar Partai Golkar sama sekali tidak melakukan pembahasan dan pembicaraan mengenai kemungkinan dilakukannya Munaslub. Yang dibicarakan dan kemudian menjadi kesimpulan Rapat Pleno, menurut Yuddy, tidak lain dari apa yang ditandatangani Ketua Dewan Pakar, Agung Laksono dan Sekretaris Dewan Pakar, Ganjar Razuni.

“Jadi, berita-berita yang beredar di luar itu lebih merupakan spekulasi dan pendapat pribadi salah satu anggota Dewan Pakar,”kata Yuddy. Dengan demikian hal itu sepenuhnya merupakan tanggung jawab pribadi yang bersangkutan dan sama sekali bukan pandangan kolektif Dewan Pakar Partai Golkar. [dsy]

Exit mobile version