Jernih.co

Endrick Cadangan di Real Madrid Meledak di Lyon

Dibuang sayang, dipinjamkan malah menggila. Endrick membuktikan kepada Real Madrid bahwa dirinya adalah predator yang haus gol.

WWW.JERNIH.CO –  Dunia sepak bola Prancis mendadak memiliki idola baru. Stadion Groupama bergemuruh pada Minggu malam (25/1/2026) ketika seorang remaja Brasil berusia 19 tahun mencetak hattrick sensasional dan mengantar Olympique Lyonnais membungkam Metz dengan skor 5-2 di ajang Ligue 1.

Sosok itu adalah Endrick Felipe Moreira de Sousa, nama yang sebelumnya lebih sering disebut sebagai “proyek masa depan” Real Madrid, namun kini mulai menjelma menjadi ancaman nyata di panggung sepak bola Eropa.

Didatangkan dengan status pinjaman dari Real Madrid pada bursa transfer Januari 2026, Endrick langsung memberikan dampak instan bagi Lyon. Hattrick ke gawang Metz bukan hanya menjadi yang pertama baginya di kompetisi Eropa, tetapi juga sebuah pernyataan tegas bahwa bakat luar biasa yang dimilikinya hanya membutuhkan panggung dan menit bermain.

Dalam waktu singkat, ia berhasil merebut perhatian publik Prancis dan mengubah statusnya dari pemain pelapis menjadi figur sentral di lini serang Lyon.

Endrick merupakan produk terbaik akademi Palmeiras, klub Brasil yang dalam satu dekade terakhir dikenal sebagai pabrik talenta elite dunia. Lahir pada 21 Juli 2006, ia sudah mencuri perhatian sejak usia belasan tahun berkat insting gol alami, fisik yang matang untuk usianya, serta keberanian tampil di level senior.

Debut profesionalnya bersama Palmeiras pada musim 2022–2023 menjadi titik awal sorotan global, terutama ketika ia mencetak gol di usia 16 tahun dan memecahkan rekor sebagai salah satu pencetak gol termuda dalam sejarah klub.

Bersama Palmeiras, Endrick mencatatkan prestasi mentereng dengan menjuarai Campeonato Brasileiro Série A dan Campeonato Paulista. Ia juga sempat menjadi top skor internal klub di kompetisi domestik meski masih berusia remaja, serta mencatat debut dan gol perdananya bersama tim nasional senior Brasil sebelum genap berusia 18 tahun.

Performanya yang konsisten di usia muda membuat Real Madrid bergerak cepat untuk mengamankan jasanya, meski transfer tersebut baru efektif saat Endrick memasuki usia dewasa.

Namun, kerasnya persaingan di lini depan Los Blancos membuat kesempatan bermain menjadi terbatas. Kehadiran nama-nama besar seperti Kylian Mbappé dan Vinícius Júnior menjadikan menit bermain sebagai barang mewah bagi sang penyerang muda.

Situasi tersebut mendorong keputusan strategis untuk meminjamkannya ke Lyon, sebuah langkah yang kini terbukti menguntungkan bagi semua pihak.

Nilai pasar Endrick pun mencerminkan potensi besarnya. Berdasarkan data Transfermarkt dan FootballTransfers per Januari 2026, nilai sang pemain berada di kisaran Rp748 miliar hingga Rp816 miliar, menjadikannya salah satu pemain muda termahal di dunia dan bahkan melampaui total nilai pasar skuad beberapa klub Ligue 1.

Penampilan melawan Metz menjadi etalase sempurna kualitas Endrick sebagai striker modern. Gol pertamanya lahir dari pergerakan tanpa bola yang cerdas di antara dua bek lawan, diselesaikan dengan sontekan kaki kiri ke tiang jauh.

Gol kedua tercipta lewat solo run dari tengah lapangan, memanfaatkan kecepatan dan ketenangan dalam penyelesaian akhir. Sementara gol ketiga hadir melalui eksekusi penalti penuh percaya diri di menit-menit akhir pertandingan.

Hattrick tersebut tidak hanya mencerminkan naluri mencetak gol, tetapi juga menunjukkan kombinasi insting, kecepatan, kekuatan fisik, dan mentalitas besar.

Keputusan memilih Lyon sebagai pelabuhan sementara pun terlihat sangat tepat. Dalam tiga laga awalnya bersama klub Prancis tersebut, Endrick sudah terlibat langsung dalam lima gol, terdiri dari empat gol dan satu assist.

Sistem permainan Lyon yang ofensif memberinya kebebasan untuk mengeksplorasi ruang, situasi yang sangat mirip dengan peran idealnya saat masih bersinar bersama Palmeiras.

Bagi Lyon, Endrick menjadi katalis kebangkitan dan senjata baru dalam perburuan zona Liga Champions. Bagi sang pemain, Prancis adalah panggung pembuktian bahwa ia siap bersaing di level tertinggi.

Sementara bagi Real Madrid, performa gemilang ini bisa berubah menjadi dilema manis: memulangkannya lebih cepat atau membiarkannya matang sempurna di Ligue 1.(*)

BACA JUGA: Jefté Betancor, Algojo Pembunuh Real Madrid di Malam Kelam Copa del Rey

Exit mobile version