JERNIH — Alarm darurat berbunyi di seantero Eropa Timur. Setelah memanggang wilayah barat dan memecahkan rekor suhu tertinggi sepanjang sejarah, fenomena cuaca ekstrem “Kubah Panas” (Heat Dome) yang membawa udara panas dari Afrika Utara kini bergerak agresif mengancam puluhan juta warga di kawasan timur benua biru tersebut.
Berdasarkan analisis AFP, hampir 200 juta orang dipaksa bertahan di bawah panggangan suhu di atas 35°C. Lonjakan angka kematian serta kolapsnya fasilitas kesehatan di Eropa Barat kini menjadi bayang-bayang mengerikan bagi negara-negara Eropa Timur yang mulai mengeluarkan status siaga tertinggi.
Dampak mematikan dari gelombang panas (heatwave) ini bukan lagi sekadar prediksi, melainkan tragedi nyata di lapangan. Menteri Kesehatan Prancis Stephanie Rist mengungkapkan adanya lonjakan angka kematian yang tidak biasa. Di Paris, kunjungan ke instalasi gawat darurat (UGD) melonjak drastis hingga 36% hanya dalam waktu dua hari. Akibatnya, sejumlah festival musik dan pesta jalanan terpaksa dibatalkan total.
Di Spanyol, otoritas setempat merilis data mencengangkan, di mana gelombang panas ini berkaitan erat dengan kematian 212 orang hanya dalam waktu empat hari. Sementara di Wina, Austria layanan ambulans dan gawat darurat menjadi 15% lebih sibuk, memaksa manajemen rumah sakit memanggil staf medis tambahan secara darurat.
Meski diterjang cuaca ekstrem, beberapa agenda publik tetap bertahan. Di Budapest, Hongaria, parade Pride March dilaporkan tetap nekat digelar di tengah bayang-bayang peringatan panas yang menyengat kulit.
Rekor Suhu Tertinggi Sepanjang Sejarah Bumi Eropa
Layanan Cuaca Jerman (DWD) telah merilis peringatan merah (red alert) setelah mencatat rekor suhu tertinggi sepanjang masa mencapai 41,5°C di wilayah timur pada Sabtu sore. DWD memproyeksikan suhu bisa merangkak naik mendekati 42°C pada Minggu (28/6/2026).
Jerman tidak sendirian, badai panas ini meruntuhkan rekor di berbagai negara. Di Republik Ceko, suhu menyentuh 40,8°C di utara Praha dan diprediksi terus memuncak melampaui 41°C. Di Kota Basel, Swiss suhu tercatat 39°C, memecahkan rekor hari terpanas bulan Juni selama tiga hari berturut-turut. Sementara Denmark, negara yang biasanya sejuk ini sempat mencatatkan suhu ekstrem 37°C di dekat Aarhus.
Para ilmuwan menggarisbawahi bahwa fenomena heat dome yang berulang dan semakin ganas ini merupakan bukti tak terbantahkan dari pemanasan global (global warming) akibat aktivitas manusia yang terus membakar bahan bakar fosil.
Kini, pusaran panas tersebut resmi bergeser ke timur. Rumania menjadi negara teranyar yang langsung memberlakukan status siaga merah nasional. Seluruh wilayah Rumania diprediksi akan dihantam panas ekstrem mulai Senin hingga Rabu depan.
Langkah darurat serupa juga langsung diadopsi oleh Slovakia, disusul oleh Republik Ceko, Hongaria, Moldova, serta negara-negara di kawasan Balkan. Mereka kini berada dalam posisi siaga tertinggi, bersiap menghadapi ancaman gelombang panas mematikan yang siap mengunci wilayah mereka dalam beberapa hari ke depan.
