JERNIH – Angin segar berembus bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Pemerintah resmi menargetkan penyaluran Gaji ke-13 senilai total Rp55 triliun pada bulan Juni mendatang. Langkah besar ini diproyeksikan menjadi mesin utama penggerak pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II/2026.
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa pencairan dana jumbo ini bukan sekadar hak pegawai, melainkan instrumen strategis untuk menjaga daya beli masyarakat dan menopang konsumsi domestik periode April-Juni.
Dalam konferensi pers di kantor Kemenko Perekonomian, Selasa (05/05/2026), Airlangga menyebut belanja pemerintah akan menjadi tumpuan utama pertumbuhan ekonomi, menyusul basis belanja kuartal II tahun lalu yang masih rendah.
“Gaji ASN ke-13 diharapkan bisa diberikan di bulan Juni. Ini akan menjadi salah satu penopang utama untuk menjaga daya beli masyarakat di kuartal kedua ini,” jelasnya.
Tak hanya menyasar ASN, pemerintah tengah menggodok sejumlah insentif tambahan untuk memacu berbagai sektor industri. Untuk sektor otomotif, ada rencana pemberian insentif kendaraan listrik (EV) tengah dibahas serius oleh Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa dan Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita untuk dilaporkan kepada Presiden.
Untuk bantuan sosial disiapkan penyaluran bantuan pangan bagi 33,2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) hingga Juni mendatang. Di sektor pendidikan dan perumahan, Alokasi Rp13,4 triliun untuk revitalisasi sekolah serta anggaran fantastis Rp37,1 triliun untuk program 3 Juta Rumah melalui skema FLPP. Sedangkan akselerasi program Energi Baru Terbarukan (EBT) ditargetkan mampu menghemat pembelian solar hingga Rp48 triliun.
Guna menekan biaya produksi dan menjaga stabilitas harga barang, pemerintah juga menggulirkan kebijakan radikal. Bea masuk impor LPG dan bahan baku plastik dipangkas dari 5% menjadi 0% selama enam bulan ke depan. Ada juga penyesuaian aturan impor melalui sistem OSS di Kementerian Investasi/BKPM untuk memangkas birokrasi bahan baku industri.
Ringkasan Anggaran Strategis Pemerintah (Kuartal II/2026):
| Sektor | Alokasi Anggaran |
| Gaji ke-13 ASN | Rp55 Triliun |
| Subsidi & Kompensasi 2026 | Rp356,8 Triliun |
| Program 3 Juta Rumah (FLPP) | Rp37,1 Triliun |
| Revitalisasi Satuan Pendidikan | Rp13,4 Triliun |
| Bantuan Stimulan Perumahan | Rp8,9 Triliun |
