Site icon Jernih.co

Hujan Rudal Klaster Iran Hantam Tel Aviv, Sidang Parlemen Israel Bubar dan Jalur Utama Terputus

Kerusakan di Tel Aviv pada 24 Maret 2024. (Foto: Medsos)

JERNIH – Langit Israel membara pada Selasa pagi (24/3/2026) setelah Iran meluncurkan gelombang serangan rudal terbesar sejak perang pecah. Serangan yang melibatkan rudal jenis klaster ini berhasil menembus pertahanan udara, menghantam ibu kota Tel Aviv, Bir al-Sabe’, hingga wilayah Negev, dan memaksa evakuasi darurat di gedung parlemen (Knesset).

Sidang parlemen Israel yang sedang berlangsung terpaksa dihentikan seketika setelah sirine bahaya meraung di seluruh kompleks pemerintahan. Komando Front Internal mengeluarkan peringatan darurat yang membuat para pejabat tinggi harus dilarikan ke bunker perlindungan.

Di Tel Aviv Utara, sebuah rudal klaster dilaporkan menghantam pemukiman, menyebabkan luka-lukan dan kerusakan parah. Akibat ledakan ini, jalur transportasi utama yang menghubungkan Tel Aviv ke wilayah utara ditutup total oleh militer guna evakuasi dan pembersihan serpihan rudal.

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengumumkan bahwa ini adalah Gelombang ke-78 dari Operasi True Promise 4. Kali ini, mereka tidak main-main dengan mengerahkan teknologi mutakhir seperti rudal balistik multi-hulu ledak tipe Emad dan Qadr yang dipandu presisi.

Iran juga menggunakan amunisi klaster untuk menciptakan cakupan kerusakan yang lebih luas, memicu sirine di lebih dari 180 lokasi secara bersamaan. Serangan dikonfirmasi menghantam Umm al-Rashrash (Eilat), pusat nuklir Dimona, serta pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan tersebut.

“Kami sedang bernegosiasi dengan agresor menggunakan bahasa rudal dan kekuatan api,” tegas pernyataan resmi IRGC. Mereka menyebut fase ini sebagai “Babak Baru” dalam sejarah perang, yang dilakukan dari posisi dominasi lapangan.

Media Israel, Haaretz, melaporkan bahwa serangan ini merupakan yang paling intens dalam 25 hari terakhir eskalasi. Setidaknya satu bangunan di Tel Aviv terkena hantaman langsung, sementara tujuh lokasi lainnya rusak berat akibat serpihan rudal.

Kementerian Kesehatan Israel merilis data terbaru yang mengejutkan dengan total 5.047 orang terluka sejak awal perang dimulai. Tim penyelamat (Search and Rescue) kini dikerahkan besar-besaran ke wilayah Selatan dan Tel Aviv untuk menyisir korban di bawah reruntuhan.

Exit mobile version