Site icon Jernih.co

Ini Dia 10 Chatbot AI LLM dan 5 Alasan Utama Orang Menggunakan

Kehadiran chatbot yang didukung oleh Large Language Model (LLM) telah merevolusi cara kita bekerja, belajar, dan berinteraksi dengan teknologi. Berikut 10 chatbot paling “laris” di dunia AI.

JERNIH – Tren penggunaan chatbot Artificial Intelligence (AI) terus menguat seiring berjalan waktu, karena kebutuhan. Setidaknya ada lima alasan utama orang menggunakan layanan AI ini, antara lain;

1. Efisiensi dan Produktivitas (Penyelesaian Tugas Cepat)

Alasan utama banyak profesional dan pelajar beralih ke chatbot adalah peningkatan efisiensi kerja yang dramatis. Intinya, chatbot AI unggul dalam memproses dan menghasilkan informasi dalam hitungan detik—jauh lebih cepat daripada pencarian manual atau penulisan konten dari awal.

 Contoh Implementasi: Chatbot dapat meringkas dokumen panjang, email, atau artikel, memungkinkan pengguna memahami inti informasi tanpa harus membaca keseluruhan teks. Mereka juga sangat efektif untuk membuat draf awal email, laporan, atau postingan media sosial dalam waktu singkat, serta membantu menghasilkan ide (brainstorming) atau kerangka kerja proyek secara instan.

2. Ketersediaan 24/7 dan Respon Instan

Dalam dunia yang serba cepat, waktu tunggu adalah biaya. Chatbot menawarkan solusi sempurna dengan ketersediaan 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Mereka tidak pernah terikat pada jam kerja dan dapat memberikan jawaban atau bantuan segera, tanpa pengguna harus menunggu antrian layanan pelanggan atau hari kerja berikutnya.

 Contoh Implementasi: Ini sangat krusial bagi pengembang yang membutuhkan bantuan coding atau solusi masalah mendesak di luar jam kerja tradisional, atau bagi pelajar yang harus mencari informasi di tengah malam untuk tugas sekolah atau proyek mendadak.

3. Kemudahan Akses Informasi dan Pembelajaran

Chatbot berfungsi layaknya perpustakaan pengetahuan yang mudah diakses dan disajikan dalam format percakapan yang alami. Dengan kata lain, mereka bertindak sebagai guru pribadi yang dapat menyajikan informasi yang kompleks menjadi kepingan yang mudah dicerna.

Contoh Implementasi: Pengguna dapat meminta chatbot untuk menjelaskan konsep teknis atau ilmiah yang rumit (misalnya, relativitas) dengan menggunakan analogi sederhana. Selain itu, chatbot menjadi alat yang efektif untuk belajar bahasa baru melalui latihan percakapan, atau mendapatkan panduan langkah demi langkah untuk melakukan suatu tugas, seperti cara membuat rumus Excel.

4. Kreativitas dan Hiburan

Di luar tugas-tugas profesional, chatbot juga merupakan mitra yang luar biasa untuk eksplorasi kreatif dan hiburan. Mereka dapat membantu mengatasi kebuntuan kreatif dan menghasilkan konten baru dalam berbagai genre.

Contoh Implementasi: Chatbot sering digunakan untuk menulis cerita pendek, puisi, atau lirik lagu, membuat skenario untuk video, atau presentasi yang unik. Untuk tujuan hiburan, pengguna dapat bermain peran (role-playing) dengan karakter fiksi atau meminta chatbot untuk membuat lelucon.

5. Personalisasi dan Adaptasi Konteks

Model bahasa besar (LLM) modern memiliki kemampuan untuk mengingat konteks percakapan sebelumnya dan menyesuaikan respons mereka. Hal ini memungkinkan chatbot memberikan pengalaman yang terasa lebih personal dan adaptif terhadap gaya, preferensi, atau kebutuhan spesifik pengguna.

Contoh Implementasi: Pengguna dapat meminta chatbot untuk menulis dengan nada suara tertentu (misalnya, formal, santai, atau persuasif) sesuai dengan target audiens. Lebih lanjut, mereka dapat memberikan rekomendasi yang disesuaikan—misalnya, membuat rencana perjalanan yang dipersonalisasi berdasarkan lokasi, riwayat perjalanan, dan minat yang telah disebutkan sebelumnya.

Pasar Large Language Model (LLM) global didominasi oleh segelintir pemain kunci, dengan OpenAI yang memimpin jauh di depan. Berdasarkan data kunjungan tahunan (Agustus 2024 hingga Juli 2025), berikut adalah ulasan mendalam tentang 10 chatbot AI terpopuler, diurutkan berdasarkan peringkat dan total kunjungan:

1. ChatGPT (OpenAI)

Dengan total kunjungan tahunan mencapai 46,59 Miliar, ChatGPT dari OpenAI (Amerika Serikat) adalah pemimpin pasar yang tak terbantahkan. Sebagai pelopor dalam kecerdasan buatan generatif, ChatGPT didukung oleh model canggih seperti GPT-3.5 dan GPT-4/GPT-4o. Keunggulannya meliputi percakapan natural, kreasi konten berkualitas tinggi, bantuan coding yang efisien, dan pemecahan masalah umum yang serba bisa.

2. DeepSeek

Menduduki posisi kedua adalah DeepSeek (Tiongkok) dengan 2,74 Miliar kunjungan. Chatbot ini adalah penantang kuat dari Tiongkok yang menunjukkan pertumbuhan signifikan. Popularitasnya sebagian besar didorong oleh basis pengguna di dalam negeri, menjadikannya pemain kunci di pasar Asia.

3. Gemini (Google)

Gemini (Amerika Serikat) dari Google berada di peringkat ketiga dengan 1,66 Miliar kunjungan. Sebagai penerus Google Bard, Gemini menonjolkan kemampuan multimodal—mampu memproses teks, gambar, dan video. Kelebihan utamanya adalah integrasi yang mulus dengan ekosistem Google, seperti Gmail, Drive, dan Docs, menjadikannya alat produktivitas yang ampuh.

4. Perplexity

Perplexity (Amerika Serikat) mengumpulkan 1,47 Miliar kunjungan. Chatbot ini sangat dihargai karena fokusnya pada akurasi dan referensi. Perplexity memberikan jawaban yang dilengkapi dengan sumber web terpercaya yang jelas, menjadikannya favorit di kalangan pelajar dan profesional untuk keperluan riset dan verifikasi fakta.

5. Claude (Anthropic)

Dengan 1,15 Miliar kunjungan, Claude (Amerika Serikat) yang dikembangkan oleh Anthropic menempati posisi kelima. Chatbot ini dibangun dengan fokus kuat pada keamanan dan kegunaan etis (Constitutional AI). Model Claude 3 dianggap sangat kuat untuk tugas-tugas kompleks dan mampu menangani konteks percakapan yang sangat panjang, ideal untuk memproses dokumen besar.

6. Microsoft Copilot

Microsoft Copilot (Amerika Serikat), yang sebelumnya dikenal sebagai Bing Chat, meraih 957,19 Juta kunjungan. Chatbot ini terintegrasi erat dengan produk Microsoft 365, dan menawarkan keunggulan berupa akses gratis ke model GPT-4 serta kemampuan penelusuran web real-time melalui Bing.

7. Grok (xAI – Elon Musk)

Grok (Amerika Serikat) dari xAI (perusahaan Elon Musk) mencatat 686,91 Juta kunjungan. Grok dirancang dengan kepribadian unik, seringkali menjawab pertanyaan dengan sedikit humor atau sarkasme, dan memiliki akses real-time ke informasi melalui platform X (Twitter), memposisikannya sebagai chatbot yang berorientasi pada berita dan tren terkini.

8. Poe (Quora)

Poe (Amerika Serikat), platform dari Quora, mencapai 378,05 Juta kunjungan. Poe adalah platform agregator unik yang memungkinkan pengguna mengakses dan berinteraksi dengan berbagai LLM unggulan (seperti ChatGPT, Claude, dan Gemini) di satu tempat.

9. Meta AI

Dengan 130,35 Juta kunjungan, Meta AI (Amerika Serikat) semakin menanjak. Fokusnya adalah pada asisten percakapan dan kreasi gambar yang terintegrasi di seluruh aplikasi Meta, termasuk Facebook, Instagram, WhatsApp, dan Messenger.

10. Mistral

Menutup daftar adalah Mistral (Prancis) dengan 101,39 Juta kunjungan. Mistral adalah LLM yang dikembangkan oleh perusahaan Eropa dan populer di kalangan komunitas pengembang karena merupakan model open-source yang kuat. Hal ini menarik bagi perusahaan yang mencari model yang dapat disesuaikan dan digunakan secara lokal (on-premise).

ChatGPT dari OpenAI (Amerika Serikat) tetap menjadi penguasa pasar dengan total kunjungan mencapai 46,59 miliar dalam setahun, angka yang jauh melampaui gabungan sembilan pesaing teratas lainnya. Angka ini mencerminkan 48,36% dari total lalu lintas pasar chatbot global, menunjukkan tingkat adopsi yang belum tertandingi sejak peluncurannya. Pertumbuhan tahunan (Year-over-Year/YoY) ChatGPT juga dilaporkan mencapai 106%, menandakan bahwa ia terus memperluas keunggulannya di pasar.

Dengan pasar LLM global yang diperkirakan akan mencapai Rp 592,52 Triliun pada tahun 2030 (meningkat dari Rp93,84 Triliun pada 2024), persaingan di antara 10 pemain teratas ini dipastikan akan terus memanas, didorong oleh inovasi model, peningkatan akurasi, dan integrasi yang lebih dalam ke dalam kehidupan sehari-hari dan bisnis.(*)

BACA JUGA: OpenAI dan Amazon Capai Kesepakatan Rp 635 Triliun

Exit mobile version