Site icon Jernih.co

Jejak Sejarah Kolonial di Balik Badai Kontroversi Aktris Muda Korea Selatan Ha Young

Ungkapan kebanggaan atas silsilah empat generasi dokter berujung pemicu polemik publik. Penelusuran arsip sejarah atas sosok kakek buyut Ha Young memantik reaksi keras masyarakat Korea Selatan, tepat menjelang momentum Hari Kemerdekaan.

WWW.JERNIH.CO –  Nama aktris Korea Selatan, Ha Young, belakangan ini mendominasi perbincangan publik. Di satu sisi, kariernya tengah meroket pesat lewat serial-serial hit. Di sisi lain, sebuah kontroversi tak terduga terkait masa lalu kakek buyutnya membintangi sorotan media dan memicu reaksi keras masyarakat.

Ha Young, aktris berbakat yang memulai debutnya pada 2019 melalui drama “Doctor Prisoner”. Namanya mulai dikenal luas saat memerankan perawat Cheon Jang-mi dalam drama medis populer “The Trauma Code: Heroes On Call”. Popularitasnya kian melambung di tahun 2026 berkat perannya dalam berbagai proyek besar, seperti serial Netflix “Teach You A Lesson” dan drakor romantic ”Our Sticky Love”, di mana ia menjadi lawan main aktor papan atas Jung Hae-in. Keberhasilannya dalam membawakan berbagai karakter secara natural menjadikannya salah satu aktris muda paling diperhitungkan di industri hiburan Korea.

Namun, di tengah popularitas yang kian memuncak, ia justru diterpa gelombang kritik. Pemicu kontroversi ini bermula dari penampilan Ha Young di program acara KBS2 Problem Child in House. Dalam acara tersebut, sang aktris menceritakan latar belakang keluarganya yang memiliki tradisi medis selama empat generasi. Dengan bangga, ia menceritakan kakek buyutnya yang belajar kedokteran Barat di Jepang, mendirikan salah satu klinik pengobatan Barat pertama di Hanyang (Seoul), serta pernah merawat Kaisar Gojong.

Ucapan tersebut langsung memancing penelusuran netizen hingga sosok yang dimaksud teridentifikasi sebagai Dr. Ahn Sang-ho. Penelusuran arsip sejarah mengungkapkan bahwa Dr. Ahn Sang-ho tercatat sebagai anggota dewan Daejeong Chinmokhoe pada tahun 1916—sebuah organisasi yang mendukung asimilasi dan kebijakan kolonial Jepang selama era penjajahan di Korea (1910–1945). Isu sensitif terkait tindakan pro-Jepang (Chinilpa) selalu menjadi hal yang sangat krusial di Korea Selatan.

Merespons polemik tersebut, agensi Ha Young, BISTUS Entertainment, awalnya membantah tuduhan itu dan menyebutnya tidak berdasar. Namun, setelah melakukan verifikasi arsip sejarah, agensi membenarkan keberadaan catatan tersebut dan menyampaikan permohonan maaf atas tanggapan awal yang terburu-buru.

Selanjutnya, pada 12 Agustus 2026, Ha Young merilis surat permintaan maaf bertuliskan tangan. Ia mengaku sangat malu karena menyuarakan kebanggaan keluarga tanpa mengetahui rekam jejak sejarah secara utuh, serta berjanji akan lebih berhati-hati dan merefleksikan sejarah bangsanya.

Akibat kontroversi ini yang merebak mendekati Hari Kemerdekaan Korea (15 Agustus), sejumlah jadwal promosi drama “Our Sticky Love” membatalkan sesi wawancara roundtable, dan beberapa konten promosi terpaksa dihentikan sementara demi meredam gejolak publik.(*)

BACA JUGA: Kutukan Presiden: Mengapa Orang Nomor Satu Korea Selatan Selalu Bernasib Buruk?

Exit mobile version