Lewat taktik jenius Ronald Koeman yang mengeksploitasi sektor sayap, Belanda sukses menggilas Swedia dengan skor telak 5-1 di Piala Dunia 2026. Dipimpin performa masterclass Cody Gakpo dan brace Brian Brobbey.
WWW.JERNIH.CO – Tim Nasional Belanda menampilkan salah satu performa terbaik mereka dalam beberapa tahun terakhir. Menghadapi Swedia pada laga kedua Grup F Piala Dunia 2026 di Houston Stadium, Texas, skuad asuhan Ronald Koeman sukses menggilas tim berjuluk The Blue-Yellow tersebut dengan skor telak 5-1.
Kemenangan impresif ini tidak hanya mengamankan tiga poin krusial untuk membuka jalan ke babak 32 besar setelah sebelumnya ditahan imbang Jepang 2-2, melainkan juga menjadi pernyataan tegas bahwa De Oranje siap menjadi penantang gelar yang serius.

Sejak peluit pertama dibunyikan, Belanda langsung mengambil inisiatif menyerang dan memegang kendali penuh atas permainan. Ronald Koeman menerapkan strategi high pressing yang agresif dikombinasikan dengan serangan balik kilat melalui sektor sayap yang mengeksploitasi formasi 3-5-2 milik Swedia.
Belanda sengaja memaksimalkan lebar lapangan melalui kecepatan Cody Gakpo di sisi kiri dan tusukan-tusukan mematikan Denzel Dumfries di sisi kanan. Skema ini memaksa tiga bek tengah Swedia keteteran karena ditarik keluar dari posisinya, menyisakan ruang menganga di kotak penalti yang sukses dimanfaatkan oleh penyerang tengah Belanda.
Di sisi lain, lini pertahanan Belanda yang digalang Virgil van Dijk tampil disiplin dalam meredam ancaman duet maut Swedia, Alexander Isak dan Viktor Gyökeres.
Keran gol Belanda langsung terbuka saat laga baru berjalan lima menit. Berawal dari pergerakan cepat di sayap kiri, Cody Gakpo melepaskan umpan silang akurat yang disambar dengan sempurna oleh Brian Brobbey dari jarak dekat. Skor 1-0.
Dominasi Belanda terus berlanjut. Pada menit ke-17, giliran sisi kanan yang beraksi. Denzel Dumfries mengirimkan umpan tarik matang ke dalam kotak penalti yang kembali diselesaikan oleh Brian Brobbey untuk menggandakan keunggulan menjadi 2-0 hingga turun minum. Swedia sempat mencetak gol lewat Gustaf Lagerbielke, namun dianulir karena offside.
Memasuki babak kedua, Belanda tidak menurunkan intensitas. Menit ke-47, Dumfries kembali mencetak assist lewat umpan silang akurat yang kini dikonversi menjadi gol oleh Cody Gakpo, mengubah skor menjadi 3-0. Menit ke-54, Cody Gakpo mencetak gol keduanya setelah memanfaatkan kesalahan fatal di lini belakang Swedia.
Swedia sempat memperkecil ketertinggalan pada menit ke-59 lewat gol Anthony Elanga setelah menerima umpan terobosan Alexander Isak. Namun, pesta gol Belanda akhirnya ditutup pada menit ke-89 melalui aksi pemain pengganti, Crysencio Summerville, yang menusuk dari lini tengah dan melepaskan tembakan rendah mematikan ke pojok gawang. Skor akhir berkesudahan 5-1.
Kemenangan dengan skor mencolok 5-1 ini memicu memori kolektif para pencinta sepak bola dunia. Jika menelusuri beberapa edisi Piala Dunia sebelumnya, Belanda pernah mencetak kemenangan dengan skor identik 5-1 pada Piala Dunia 2014 di Brasil.
Saat itu, Belanda yang dilatih Louis van Gaal secara mengejutkan membantai juara bertahan Spanyol 5-1 di babak grup—sebuah laga ikonik yang melahirkan gol sundulan terbang Robin van Persie serta pembuktian kecepatan Arjen Robben. Edisi 2026 kali ini menjadi momen langka di mana De Oranje kembali menyuguhkan efektivitas serangan serupa di panggung tertinggi sepak bola dunia.
The Best Player: Cody Gakpo
Gelar pemain terbaik (Man of the Match) dalam laga ini mutlak jatuh kepada Cody Gakpo. Penyerang sayap kiri ini tampil sangat dominan dan menjadi motor serangan utama Belanda.
Dengan torehan dua gol dan satu assist, Gakpo konstan meneror lini pertahanan Swedia sepanjang laga sebelum akhirnya digantikan oleh Noa Lang pada menit-menit akhir pertandingan sebagai bentuk apresiasi penonton di stadion.
Pascapertandingan, pelatih kepala Ronald Koeman tidak bisa menyembunyikan rasa puasnya atas kedisiplinan taktik yang ditunjukkan anak asuhnya. “Kami memulai pertandingan dengan intensitas yang tepat sejak menit pertama. Kami tahu Swedia adalah tim fisik yang kuat, jadi kami harus memindahkan bola dengan cepat ke area sayap.”
Taktik memanfatkan ruang yang dilakukan Brobbey dan Gakpo terbukti efektif. “Ini adalah respons fantastis setelah hasil imbang melawan Jepang, namun jalan kami di turnamen ini masih panjang,” ujar Koeman dalam konferensi persnya.(*)
BACA JUGA: [JERNIH PIALA DUNIA 2026] Mental Baja Jepang Buyarkan Kemenangan Belanda