El Tri kembali menembus babak 16 besar setelah membungkam Ekuador! Namun, tembok tebal bernama “Kutukan Babak 16 Besar” kini kembali membayangi.
WWW.JERNIH.CO – Bagi pencinta sepak bola, tim nasional Meksiko—yang akrab dijuluki El Tri—adalah warna yang tidak boleh hilang dari panggung Piala Dunia. Sejak turnamen pertama kali digelar pada tahun 1930 di Uruguay, Meksiko telah memantapkan diri sebagai salah satu negara dengan partisipasi paling konsisten di dunia.
Dengan total 18 kali penampilan, karakter permainan yang penuh gairah, serta dukungan suporter berbaju hijau yang selalu memadati stadion, Meksiko selalu memiliki cerita unik di setiap edisinya.
Meksiko merupakan salah satu pionir Piala Dunia, bahkan mereka terlibat dalam pertandingan pembuka edisi perdana tahun 1930 melawan Prancis. Kendati demikian, paruh awal sejarah mereka di turnamen ini tidak berjalan mulus; El Tri kerap kali langsung angkat koper di babak grup pada enam partisipasi pertama mereka.
Titik balik performa Meksiko terjadi saat mereka ditunjuk menjadi tuan rumah. Didukung oleh atmosfer magis Stadion Azteca, Meksiko berhasil melaju hingga babak Perempat Final untuk pertama kalinya pada Piala Dunia 1970.
Prestasi terbaik tersebut berhasil diulangi pada Piala Dunia 1986, yang juga digelar di tanah mereka sendiri. Hingga saat ini, babak perempat final (atau yang sering disebut publik lokal sebagai El Quinto Partido — pertandingan kelima) tetap menjadi pencapaian tertinggi Meksiko di turnamen jagat raya ini.

Pasca-1986, Meksiko bertransformasi menjadi tim yang sangat stabil namun sekaligus tragis. Mulai dari Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat hingga edisi 2018 di Rusia, Meksiko menorehkan rekor luar biasa dengan selalu berhasil lolos dari fase grup selama tujuh edisi berturut-turut.
Namun, stabilitas ini melahirkan sebuah kutukan psikologis. Langkah mereka selalu terhenti di babak 16 besar. Baik dikandaskan oleh raihan penalti, gol spektakuler lawan (seperti gol Maxi Rodriguez dari Argentina pada 2006), maupun keputusan kontroversial (“No Era Penal” melawan Belanda pada 2014), babak 16 besar menjadi tembok tebal yang sangat sulit dirobohkan oleh El Tri.
Tren ini sempat terputus pada 2022 ketika mereka gugur di fase grup, sebelum akhirnya mencoba bangkit kembali di edisi Piala Dunia 2026 saat bertindak sebagai salah satu tuan rumah bersama AS dan Kanada.
Kini Meksiko lolos lagi ke babak 16 besar mengalahkan Ekuador. Banyak orang ragu Meksiko dapat melaju lebih tinggi, apalagi dibayang-bayangi kutukan 16 besar.
Tetapi pada 1970 dan 1986 Meksiko bisa lepas dan masuk ke perempat final alias satu dari 8 negara yang lolos. Akankah perjalanan berakhir serupa atau bahkan melebihi?(*)
BACA JUGA: [JERNIH PIALA DUNIA 2026] Sejarah Baru, Kanada Lolos ke 16 Besar!