Kekalahan telak 1-4 Inter Miami atas Nashville SC di Geodis Park menyisakan cerita emosional tentang Lionel Messi.
WWW.JERNIH.CO – Lanjutan musim reguler Major League Soccer (MLS) 2026 menjadi panggung ujian berat bagi sang megabintang Lionel Messi. Bertandang ke markas Nashville SC di Geodis Park pada Minggu (16/8/2026) pagi WIB, Inter Miami harus pulang dengan kekalahan telak 1-4.
Laga ini menjadi sorotan tajam lantaran penampilan Messi yang tampak jauh dari performa puncak di tengah suasana duka mendalam yang masih menyelimuti dirinya.
Padahal, statistik Messi di musim lalu bersama Inter Miami mencatatkan capaian yang luar biasa. Sepanjang musim 2025, sang kapten tampil sangat dominan dengan membukukan total 29 gol dan 19 assist dari 28 laga di semua kompetisi, sekaligus memimpin klub meraih gelar Supporters’ Shield dan melangkah jauh di babak playoff.
Ketajaman serta konsistensi impresif yang ia tunjukkan musim lalu berbanding terbalik dengan dinamika yang harus ia hadapi di awal paruh kedua musim ini.
Pertandingan melawan Nashville SC sejatinya diawali dengan dominasi serangan dari tuan rumah. Nashville SC membuka keunggulan terlebih dahulu pada menit ke-17 melalui sundulan Andy Najar. Inter Miami mendapatkan peluang emas untuk menyamakan kedudukan pada menit ke-22 setelah wasit menunjuk titik putih. Messi maju sebagai eksekutor penalti, namun sepakannya berhasil dibendung oleh kiper Nashville, Brian Schwake.
Meski penaltinya ditepis, Messi sempat memberikan kontribusi lewat assist matang di penghujung babak pertama (45+3′). Umpan terobosan ciamiknya diselesaikan dengan manis oleh Telasco Segovia untuk membuat skor imbang 1-1 saat turun minum.
Namun, memasuki babak kedua, koordinasi permainan Inter Miami merosot tajam. Nashville mengamuk dan menggetarkan jala tim tamu tiga kali berturut-turut melalui dua gol Hany Mukhtar (49′, 63′) serta torehan Sam Surridge (56′). Frustrasi mulai terlihat dari pergerakan La Pulga yang juga diganjar kartu kuning pada menit ke-59 akibat pelanggaran keras.
Performa kurang maksimal Messi pada laga yang berakhir 1-4 tersebut tidak dapat dilepaskan dari kondisi mentalnya yang sedang terguncang. Ayah kandung sekaligus agen utamanya, Jorge Messi, meninggal dunia beberapa hari silam di Rosario, Argentina, setelah berjuang melawan penyakit yang cukup lama diidapnya. Kepergian sosok pilar utama dalam hidup dan karier sepak bolanya membuat Messi sempat kembali ke tanah airnya dan absen dalam beberapa sesi latihan klub.
Melalui pesan emosional di media sosial baru-baru ini, pemain berusia 39 tahun itu mengungkapkan kepedihan mendalam dan ketidakpastian mengenai sisa kariernya tanpa sang ayah di sisinya. Kendati pihak klub dan pelatih tidak memaksakannya untuk tampil cepat, Messi memilih untuk profesional dan langsung turun sebagai starter di laga versus Nashville. (*)
BACA JUGA: [JERNIH PIALA DUNIA 2026] Magis Messi Mati Kutu, Spanyol Juara Dunia Baru
