Dominik Szoboszlai terpeleset, pertahanan The Reds runtuh, dan Ollie Watkins menghukum tanpa ampun! Aston Villa sukses menggulung sang juara bertahan 4-2 dalam drama menegangkan di Villa Park.
WWW.JERNIH.CO – Malam yang magis bagi publik Villa Park berubah menjadi mimpi buruk yang nyata bagi Liverpool. Dalam laga pekan ke-37 Premier League, Aston Villa sukses menghancurkan sang juara bertahan, Liverpool, dengan skor telak 4-2. Kemenangan ini mengamankan tiket menuju UEFA Champions League musim depan bagi Aston Villa.
Laga berjalan dengan intensitas tinggi sejak peluit pertama dibunyikan. Aston Villa membuka keunggulan pada menit ke-41 lewat gol melengkung indah dari Morgan Rogers setelah memanfaatkan kesalahan antisipasi dari lini belakang Liverpool. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Liverpool sempat menghentak dan menyamakan kedudukan pada menit ke-51 melalui sundulan kapten mereka, Virgil van Dijk, memanfaatkan umpan Dominik Szoboszlai. Namun, momentum tersebut runtuh seketika akibat rapuhnya pertahanan The Reds.
Hanya lima menit berselang, tepatnya menit ke-56, Ollie Watkins mengembalikan keunggulan Villa setelah Szoboszlai terpeleset dan kehilangan bola. Watkins kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-72 untuk mengubah kedudukan menjadi 3-1.
Kehancuran Liverpool makin lengkap ketika kapten Villa, John McGinn, melepaskan tembakan melengkung spektakuler di menit ke-88 yang bersarang telak di pojok gawang Giorgi Mamardashvili.
Di masa injury time (90+2′), Virgil van Dijk mencetak gol keduanya malam itu untuk memperkecil ketertinggalan menjadi 4-2, namun hal itu sama sekali tidak mengubah pesta tuan rumah.
BACA JUGA: Liverpool vs Chelsea, Lelah dan Motivasi Rendah Hantui The Reds
Kekalahan ini adalah potret dari runtuhnya proyek pertahanan gelar Premier League Liverpool di bawah asuhan Arne Slot. Lantas, apa yang sesungguhnya terjadi?
Lini depan dan belakang Liverpool compang-camping. Absennya pilar penting seperti Alisson Becker, Alexander Isak, dan Hugo Ekitike membuat Slot kehilangan kedalaman skuad. Sementara Mohamed Salah dan Florian Wirtz dipaksakan bermain dari bangku cadangan karena belum fit 100%.
Liverpool musim ini terlalu mudah dieksploitasi lewat serangan balik. High-risk yang diterapkan Slot tidak diimbangi dengan transisi bertahan yang disiplin.
Di bawah tangan dingin Unai Emery, Aston Villa telah bertransformasi menjadi kekuatan menakutkan yang baru di Inggris. Kemenangan ini tidak hanya memastikan posisi mereka di empat besar, tetapi juga menjadi modal moral yang luar biasa menjelang laga final UEFA Europa League melawan Freiburg di Istanbul pekan depan. Villa Park kembali menjadi benteng yang angker bagi tim-tim raksasa.
“Fokus kami 100 persen pada pertandingan ini karena target utama kami adalah bertarung di lima besar. Kami sangat bahagia dengan performa keseluruhan musim ini. Ini adalah modal yang sempurna bagi para pemain sebelum kami terbang menuju Istanbul untuk partai final,” jelas Emery.
Dengan sisa satu pertandingan, Aston Villa (posisi ke-4) secara matematis telah mengunci tiket Liga Champions karena poin mereka tidak lagi bisa terkejar oleh Liverpool. Sementara itu, Liverpool melorot ke peringkat ke-5. Villa punya poin 62 sedang The Reds 59.
Apakah Liverpool masih berpeluang lolos ke Liga Champions?
Peluang lewat jalur liga domestik kini sangat tipis dan berada di ujung tanduk. Dengan skenario finis di posisi 5, Liverpool harus berharap koefisien kompetisi Premier League musim ini cukup untuk memberikan jatah slot ke-5 (Extra Champions League spot).
Namun, posisi ke-5 mereka pun belum sepenuhnya aman karena Bournemouth yang berada di peringkat ke-6 masih mengintai dengan tabungan pertandingan. Jika tergelincir di pekan terakhir, Liverpool terancam mengalami keruntuhan total dan terlempar dari zona elite Eropa.
Frustrasi akibat penurunan performa musim ini tampaknya akan berbuntut pada perombakan besar-besaran skuad di Anfield. Dua nama besar dipastikan akan menjalani laga perpisahan di akhir musim ini. Mohamed Salah sang legenda hidup dikabarkan akan meninggalkan klub, bahkan manajemen dan rekan-rekan setim dilaporkan telah menggelar makan malam perpisahan untuknya.
Lalu Andy Robertson, bek kiri tangguh yang menjadi pilar kesuksesan era modern Liverpool ini juga bersiap angkat kaki dari Anfield musim panas ini.
Ada kabar sang kiper Becker ikut hengkang dan memilih Italia sebagai pelabuhan berikutnya.
Kursi kepelatihan Slot kini digoyang hebat. Sungguh 180 derajat dengan era pertama kepelatihannya musim lalu. Rumor mengenai kedatangan legenda klub, Xabi Alonso, kian berembus kencang seiring mosi tidak percaya dari para pendukung.
“Kami mengira telah melihat banyak hal aneh musim ini, tetapi kesalahan hari ini (Szoboszlai terpeleset) adalah hal baru. Dominik menjalani musim yang bagus, dia tidak sengaja melakukannya dan dia orang pertama yang merasa sangat hancur,” ujar Slot.
“Masalah kami adalah kami terlalu terbuka terhadap serangan balik dan itu sangat jelas harus kami perbaiki jika saya masih berada di sini musim depan,” harapnya. (*)
BACA JUGA: Sihir Watkins di Prancis, Aston Villa Bungkam LOSC Lille