Jernih.co

Manchester City vs Soutampton, Jalan City Raih Double atau Triple Winner

Manchester City kini berdiri di ambang sejarah. Peluang meraih dua atau tiga gelar juara musim 2025/2026 terbuka lebar.

WWW.JERNIH.CO –  Stadion Wembley kembali menjadi saksi keajaiban mental juara Manchester City. Pada laga semifinal Piala FA yang berlangsung Sabtu, 25 April 2026, sang juara bertahan berhasil menundukkan perlawanan sengit Southampton dengan skor tipis 2-1.

Kemenangan ini tidak hanya mengantarkan City ke partai puncak, tetapi juga mencatatkan sejarah baru bagi klub di bawah asuhan Pep Guardiola.

Pertandingan berlangsung dengan intensitas tinggi sejak peluit pertama dibunyikan. Southampton, yang tampil tanpa beban, memberikan perlawanan luar biasa dengan disiplin pertahanan yang solid.

Setelah babak pertama berakhir tanpa gol, kejutan terjadi di menit ke-79. Pemain Southampton, Finn Azaz, berhasil memecah kebuntuan lewat tendangan melengkung yang bersarang di pojok atas gawang City, memicu kegembiraan luar biasa bagi para pendukung The Saints.

Namun, keunggulan tersebut hanya bertahan sebentar. Mentalitas baja City langsung berbicara. Hanya berselang tiga menit, tepatnya di menit ke-82, Jeremy Doku menyamakan kedudukan melalui tembakan dari tepi kotak penalti yang sempat membentur pemain lawan sebelum mengecoh kiper Daniel Peretz.

Puncaknya, pada menit ke-87, pemain pengganti Nico Gonzalez melepaskan tembakan keras yang memastikan comeback dramatis City sekaligus mengunci kemenangan 2-1.

Keunggulan utama City dalam laga ini terletak pada kedalaman skuat dan ketenangan mental. Meski Guardiola melakukan delapan rotasi pemain untuk menjaga kebugaran tim di tengah padatnya jadwal liga, City tetap mampu mendominasi penguasaan bola.

Masuknya pemain-pemain kunci seperti Erling Haaland, Jeremy Doku, dan Nico Gonzalez dari bangku cadangan terbukti menjadi faktor pembeda yang mengubah alur pertandingan saat tim sedang tertinggal.

Selain itu, kemampuan City untuk tidak panik saat berada dalam tekanan adalah ciri khas yang sulit ditandingi. Mereka tetap setia pada filosofi permainan umpan pendek dan transisi cepat, yang akhirnya mampu meruntuhkan benteng pertahanan Southampton yang sempat tampil kokoh sepanjang laga.

Di partai final nanti, Manchester City dijadwalkan akan bertemu dengan pemenang antara Chelsea atau Leeds United (tergantung hasil laga semifinal lainnya).

Jika City berhasil memenangkan laga puncak tersebut, ini akan menjadi gelar Piala FA ke-8 sepanjang sejarah klub. Keberhasilan mencapai final tahun 2026 ini juga sangat istimewa karena menandai rekor City sebagai tim pertama yang berhasil mencapai final Piala FA dalam empat musim berturut-turut.

Pasca pertandingan, Pep Guardiola memberikan pujian tinggi kepada para pemainnya sekaligus memberikan penghormatan kepada lawan. Ia mengakui bahwa kelelahan fisik dan emosional setelah laga besar melawan Arsenal sempat mempengaruhi timnya.

 “Mencapai final empat kali berturut-turut adalah hal yang luar biasa. Tidak ada tim yang pernah melakukannya, dan itu menunjukkan konsistensi luar biasa dari para pemain ini. Southampton bermain sangat baik, mereka membuat kami menderita, tetapi kami memiliki solusi di bangku cadangan. Saya sangat bangga dengan cara kami bereaksi setelah tertinggal,” ujar Guardiola.

Kemenangan ini menjaga harapan Manchester City untuk meraih double winner atau bahkan treble di musim 2025/2026, sekaligus mempertegas dominasi mereka sebagai penguasa sepak bola Inggris di era modern. Para penggemar kini menantikan pertarungan di Wembley bulan Mei mendatang untuk melihat apakah City bisa mengangkat trofi tertua di dunia tersebut sekali lagi.(*)

BACA JUGA: Burnley VS Manchester City, The Citizen  Kudeta Tahta Liga Premiere

Exit mobile version