Site icon Jernih.co

Mayoritas Warga AS Menentang Perang Terhadap Iran, Popularitas Trump Anjlok

Foto: Getty

Tingkat popularitas Trump merosot ke titik terendah sejak kembali menjabat, seiring dengan melonjaknya harga bensin dan hampir dua pertiga menentang pengerahan pasukan darat ke Iran.

JERNIH – Empat jajak pendapat baru yang dirilis minggu ini mengungkapkan temuan yang konsisten. Mayoritas warga Amerika menentang perang negaranya terhadap Iran, sementara peringkat persetujuan Presiden Donald Trump merosot ke titik terendah sejak ia kembali menjabat.

Jajak pendapat Reuters/Ipsos yang dilakukan pada 20-23 Maret menemukan 61 persen warga Amerika tidak setuju dengan serangan AS terhadap Iran, sementara hanya 35 persen yang setuju. Seminggu sebelumnya, lembaga survei yang sama menemukan 59 persen tidak setuju dan 37 persen setuju.

Mayoritas Demokrat (93%) dan independen (69%) tidak setuju dengan aksi perang tersebut, sementara sebagian besar Republikan (75%) setuju. Namun, Demokrat lebih seragam dalam ketidaksetujuannya daripada Republikan dalam persetujuannya.

Jajak pendapat Pew Research Center yang dilakukan pada 16-22 Maret menemukan bahwa 59 persen warga Amerika mengatakan Donald Trump telah membuat keputusan yang salah dalam menggunakan kekuatan militer di Iran, sementara 38 persen mengatakan itu adalah keputusan yang tepat.

Sementara jajak pendapat Quinnipiac yang dilakukan pada 19-23 Maret menemukan 54 persen pemilih terdaftar menentang aksi militer AS di Iran, sementara 39 persen mendukungnya. Jajak pendapat yang sama menemukan 42 persen pemilih mengatakan perang di Iran akan membuat dunia kurang aman, dibandingkan dengan 35 persen yang mengatakan perang tersebut akan membuatnya lebih aman.

Sebuah jajak pendapat AP-NORC yang dilakukan pada 19-23 Maret menemukan bahwa 59 persen warga Amerika mengatakan tindakan militer AS di Iran telah melampaui batas, sementara hanya 26 persen yang mengatakan tindakan tersebut sudah tepat dan 13 persen mengatakan tindakan tersebut belum cukup jauh.

Pew menemukan bahwa dengan selisih hampir dua banding satu, warga mengatakan tindakan militer AS di Iran akan membuat Amerika Serikat kurang aman (40 persen) daripada lebih aman (22 persen). Sebanyak 20 persen lainnya mengatakan tindakan itu tidak akan membuat perbedaan.

Survei Reuters /Ipsos menemukan perbedaan pendapat yang serupa: 46 persen warga Amerika mengatakan tindakan militer AS di Iran akan membuat Amerika kurang aman dalam jangka panjang, sementara 26 persen mengatakan itu akan membuat Amerika lebih aman dan 24 persen mengatakan itu tidak akan berdampak banyak.

Survei AP-NORC menemukan bahwa lebih dari enam dari sepuluh warga Amerika (62 persen) menentang pengerahan pasukan AS di Iran. Hampir setengahnya (48 persen) menentang pengiriman dana pemerintah untuk membantu tentara Israel.

Harga Gas dan Kekhawatiran Ekonomi

Harga bensin telah melonjak sejak AS menyerang Iran pada 28 Februari. Hampir setengah dari pemilih terdaftar dalam jajak pendapat Quinnipiac (46 persen) mengatakan harga bensin setidaknya merupakan masalah yang agak serius bagi mereka dan keluarganya akhir-akhir ini.

Kekhawatiran tentang harga bensin telah meningkat tajam, menurut AP-NORC. Hampir setengah dari warga Amerika (45 persen) mengatakan mereka “sangat” atau “cukup” khawatir tentang kemampuan membeli bensin dalam beberapa bulan ke depan, naik dari 30 persen pada bulan Desember. Sekarang, 26 persen mengatakan mereka “sangat khawatir”.

Survei Reuters/Ipsos menemukan bahwa hanya 25 persen warga Amerika yang menyetujui cara Trump menangani biaya hidup, sementara 66 persen tidak setuju.

Tingkat Persetujuan Trump Anjlok

Jajak pendapat Reuters/Ipsos juga menemukan peringkat persetujuan keseluruhan Trump berada pada titik terendah, yaitu 36%, sejak ia kembali menjabat sebagai presiden, turun dari 40 persen pada minggu sebelumnya.

Jajak pendapat yang sama menemukan bahwa hanya 29 persen warga Amerika yang menyetujui cara Trump menangani perekonomian secara keseluruhan, peringkat terendah yang pernah ia raih dalam kedua masa jabatannya sebagai presiden. Sebagai perbandingan, titik terendah Presiden Joe Biden dalam menangani perekonomian adalah 32 persen.

Survei AP-NORC menemukan bahwa lebih dari separuh warga Amerika hanya sedikit atau sama sekali tidak mempercayai Trump dalam mengambil keputusan yang tepat mengenai penggunaan senjata nuklir (55 persen), hubungan dengan musuh AS (55 persen), penggunaan kekuatan militer di luar AS (53 persen), dan hubungan dengan sekutu AS (52 persen).

Pew menemukan bahwa 45 persen warga Amerika mengatakan aksi militer di Iran tidak berjalan dengan baik, sementara hanya 25 persen yang mengatakan aksi tersebut berjalan “sangat” atau “baik sekali”. Sebanyak 28 persen lainnya mengatakan aksi tersebut berjalan “agak” baik.

Sebagian besar responden (54 persen) mengatakan mereka memperkirakan aksi militer di Iran akan berlanjut setidaknya selama enam bulan atau lebih, termasuk 29 persen yang mengatakan akan berlangsung selama satu tahun atau lebih.

Exit mobile version