Meisya Siregar yang istri pemusik Beby Romeo curhat, putranya terindikasi penyakit Immune Thrombocytopenia. Mari kenali penyakit yang kerap disingkat ITP ini, bisakah sembuh?
WWW.JERNIH.CO – Idiopathic Thrombocytopenic Purpura (ITP), yang kini lebih sering disebut sebagai Immune Thrombocytopenia, merupakan kondisi gangguan autoimun yang menyerang keping darah (trombosit).
Penyakit ini sempat menjadi perhatian publik setelah putra dari pasangan selebritis Meisya Siregar dan Beby Romeo dikabarkan berjuang melawan kondisi ini.
Secara sederhana, ITP terjadi ketika sistem kekebalan tubuh salah mengenali trombosit sebagai benda asing dan menghancurkannya. Trombosit berfungsi untuk membantu pembekuan darah; ketika jumlahnya sangat rendah, tubuh akan sulit menghentikan perdarahan.
Gejala ITP biasanya muncul karena rendahnya jumlah trombosit dalam darah (trombositopenia). Musncul bintik merah (petechiae). Bintik-bintik merah kecil seukuran ujung jarum di kulit yang tampak seperti ruam.
Kemudian ada semacam memar (purpura) yakni munculnya lebam berwarna biru atau ungu tanpa alasan yang jelas (bukan karena benturan). Penderita juga mengalami perdarahan mukosa atau sering mimisan, gusi berdarah, atau adanya darah pada urine/feses.
Banyak penderita melaporkan rasa lelah yang tidak hilang meski sudah beristirahat. Jika terjadi luka kecil, darah membutuhkan waktu yang sangat lama untuk membeku.
Meskipun kata “Idiopathic” berarti penyebabnya tidak diketahui pasti, ada beberapa faktor pemicu yang umum ditemukan. Pada anak-anak, ITP sering kali muncul setelah mereka sembuh dari infeksi virus seperti flu atau gondongan.
Terjadi gangguan sistem imun di mana tubuh memproduksi antibodi yang justru menyerang sel sehat. Penyakit ini bisa diklaisifikasi, yakni akut di mana biasanya terjadi pada anak-anak, berlangsung kurang dari 6 bulan, dan sering kali sembuh total secara spontan. Selain itu kronis yang bisa berlangsung lebih dari 6 bulan dan lebih sering ditemukan pada orang dewasa.
Fokus utama pengobatan bukan untuk “menyembuhkan” secara instan, melainkan meningkatkan jumlah trombosit ke level yang aman untuk mencegah perdarahan serius (seperti perdarahan otak).
Jika jumlah trombosit tidak terlalu rendah dan tidak ada perdarahan aktif, dokter mungkin hanya akan memantau secara berkala.
Obat-obatan yang biasa digunkana misalnya kortikosteroid untuk menekan sistem imun agar berhenti menghancurkan trombosit. Intravenous Immunoglobulin (IVIg) biasa digunakan untuk meningkatkan trombosit dengan cepat dalam kondisi darurat.
Penderita ITP sebaiknya menghindari olahraga kontak fisik (seperti sepak bola atau tinju) dan menghindari obat pengencer darah seperti aspirin.
Kabar baiknya, mayoritas anak-anak yang menderita ITP akut memiliki peluang kesembuhan yang sangat tinggi. Sekitar 80% hingga 90% anak-anak sembuh total dalam hitungan minggu atau bulan tanpa pengobatan jangka panjang yang berat.
Untuk kasus kronis, meskipun mungkin memerlukan manajemen jangka panjang, penderita tetap bisa menjalani hidup normal dengan pemantauan rutin dari dokter hematologi.(*)
BACA JUGA: Lima Penyakit Terbanyak di Indonesia pada Usia 40 Tahun ke Atas dan Penyebabnya
