Jernih.co

Mengintip Jaringan Bengkel Resmi Hercules di Dunia dan Peluang Kertajati Jadi “One-Stop Solution”

Selama ini, perawatan berat pesawat C-130 Hercules didominasi oleh segelintir raksasa aviasi dunia seperti ST Engineering Singapura hingga Cascade Aerospace Kanada. Indonesia lewat Bandara Kertajati kini punya peluang besar untuk ikut ambil bagian.

WWW.JERNIH.CO –  Lockheed Martin sebenarnya sudah bekerja dengan berbagai negara untuk mendirikan bengkel untuk pesawat jenis Hercules-nya. Layanan Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) untuk pesawat Lockheed Martin C-130 Hercules terbagi menjadi beberapa tingkatan resmi yang diakreditasi langsung oleh pabrikannya, Lockheed Martin.

Dua kategori utamanya adalah Hercules Service Center (HSC) untuk model legasi (C-130 B sampai H) dan Heavy Maintenance Center (HMC) untuk model modern (C-130J Super Hercules).

Kawasan Asia-Pasifik dan Timur Tengah

Kawasan ini memiliki beberapa fasilitas perawatan terbesar karena padatnya operasional Hercules oleh militer di Asia dan Timur Tengah.

Kawasan Eropa

Eropa memegang peran historis dan menjadi rumah bagi beberapa pusat MRO Hercules paling mutakhir di dunia.

Kawasan Amerika Utara

Kawasan ini menjadi basis utama pengembangan dan perawatan armada terbesar, baik untuk kebutuhan militer AS maupun global.

Kawasan Amerika Selatan dan Afrika

Pusat MRO di kawasan ini umumnya dibangun untuk kemandirian pertahanan strategis di wilayah masing-masing.

Selain pusat MRO struktur utama di atas, terdapat puluhan Approved Repair Centers pihak ketiga di AS dan Eropa yang memegang lisensi resmi khusus untuk perbaikan komponen lepasan seperti mesin, sistem hidrolik, instrumen kokpit, tangki bahan bakar, dan roda.

Jika melihat fasilitas dan potensinya, Bandara Kertajati dapat mengombinasikan keduanya, menjadi HSC sekaligus HMC secara paralel. Jika hanya menjadi HSC saja, Kertajati akan tertinggal dalam jangka panjang karena varian Hercules lama lambat laun akan dipensiunkan.

Sebaliknya, jika langsung melompat hanya menjadi HMC saja, fasilitas ini tidak akan bisa menyentuh pasar perawatan armada C-130H yang saat ini justru sedang banyak-banyaknya membutuhkan perbaikan di Indonesia dan Asia.(*)

BACA JUGA: Dubes AS Kunjungi PTDI, Tinjau Fasilitas Pembuatan Hercules

Exit mobile version