Site icon Jernih.co

Meroket Rp90 Miliar dalam Setahun, Al-Qadsiah Siap Tebus Tijjani Reijnders

Klub kaya Arab Saudi, Al-Qadsiah, melayangkan penawaran fantastis untuk memboyong gelandang berdarah Indonesia-Belanda ini demi meruntuhkan dominasi Al-Hilal dan Al-Nassr.

WWW.JERNIH.CO –  Tim-tim Liga Arab Saudi boleh jadi “tukang rusak” harga transfer pemain. Gelandang serbabisa milik Manchester City, Tijjani Reijnders, kini menjadi target utama klub kaya Saudi, Al-Qadsiah.

Strategi ini menegaskan bahwa gelombang kepindahan bintang-bintang Eropa ke Timur Tengah masih berlanjut dengan nilai investasi yang amat fantastis. Yang menarik, kepindahan ini memperlihatkan lonjakan nilai pasar sang pemain yang begitu pesat.

Baru satu tahun bermarkas di Etihad Stadium usai diboyong dari AC Milan seharga Rp1,069 triliun, nilai jual Reijnders kini meroket tajam.

Al-Qadsiah dilaporkan telah melayangkan proposal resmi senilai Rp1,157 triliun untuk mengamankan tanda tangan gelandang berusia 28 tahun tersebut.

Dalam rentang waktu hanya 12 bulan, nilai transfer pemain berdarah Indonesia-Belanda ini mengalami kenaikan hampir Rp90 miliar. Angka jumbo ini mencerminkan betapa seriusnya Al-Qadsiah dalam menggoda Manchester City agar bersedia melepas salah satu jenderal lapangan tengah terbaiknya.

Langkah berani Al-Qadsiah didasari oleh ambisi besar klub untuk meruntuhkan dominasi tim-tim tradisional Saudi seperti Al-Hilal, Al-Nassr, dan Al-Ittihad. Didukung kekuatan finansial yang melimpah, Al-Qadsiah membutuhkan sosok gelandang box-to-box modern yang memiliki ketahanan fisik tinggi, visi bermain tajam, serta kemampuan mengatur tempo permainan dari lini tengah. Reijnders dianggap sebagai profil sempurna untuk menjadi penggerak utama yang menghubungkan transisi dari lini pertahanan ke lini penyerangan tim.

Kenaikan harga pasar Reijnders dalam kurun waktu satu musim bukanlah tanpa alasan. Sepanjang musim 2025/2026 bersama The Citizens, ia tampil sangat solid dan konsisten di bawah asuhan Pep Guardiola. Reijnders mencatatkan total 50 penampilan di seluruh kompetisi—34 di antaranya sebagai starter—dengan sumbangan 7 gol dan 7 assist. Catatan 14 kontribusi gol langsung dari seorang gelandang tengah membuktikan betapa cepatnya ia beradaptasi dengan ritme kompetisi sekeras Premier League.

Al-Qadsiah sendiri bukanlah klub semenjana yang sekadar meramaikan papan tengah. Setelah berhasil finis di peringkat ke-4 klasemen akhir Saudi Pro League pada musim 2024/2025, mereka kini membidik persaingan gelar juara dan tiket menuju Liga Champions Asia.

Kehadiran pemain kelas dunia dengan performa matang seperti Tijjani Reijnders dipandang sebagai kepingan puzzle terakhir yang mampu mendongkrak kelas Al-Qadsiah untuk bersaing secara sejajar di puncak tertinggi sepak bola Arab Saudi.(*)

BACA JUGA: Cristiano Ronaldo Akhirnya Bawa Al Nassr Juara Liga Arab Saudi

Exit mobile version