Sirkuit Baru Balaton Park langsung menunjukkan keangkerannya. Gelaran GP Hungaria 2026 diwarnai drama kecelakaan massal yang memicu Red Flag tragis di Moto3, efek domino 5 pembalap di 1 MotoGP.
WWW.JERNIH.CO – Gelaran MotoGP Hungaria 2026 di Sirkuit Balaton Park menyajikan drama balapan yang sangat intens di semua kelas. Sirkuit baru ini langsung memakan korban lewat serangkaian kecelakaan karambol yang masif, mulai dari kelas utama MotoGP setelah start, insiden mengerikan di lap terakhir Moto3, hingga dinamika ketat di kelas Moto2.
Moto3: Tragedi di Putaran Terakhir Berujung Red Flag
Klimaks drama paling mengerikan terjadi di kelas Moto3. Ketika balapan menyisakan lap terakhir, sekelompok pembalap tengah bertarung sengit memperebutkan podium ketiga di belakang sang pemenang, Maximo Quiles, dan runner-up, David Almansa.
Kecelakaan besar ini melibatkan empat pembalap: David Munoz (Liqui Moly Dynavolt Intact GP), Alvaro Carpe (Red Bull KTM Ajo), Brian Uriarte (Red Bull KTM Ajo), Valentin Perrone (Red Bull KTM Tech3).
David Munoz dan Alvaro Carpe melakukan aksi comeback luar biasa setelah harus start dari barisan belakang. Memasuki lap terakhir, Carpe berhasil menyalip dua pembalap sekaligus demi mengamankan posisi ketiga. Munoz yang tidak mau kehilangan momentum langsung bereaksi dengan menusuk agresif dari sisi dalam Carpe.
Sial bagi Munoz, Carpe menutup ruang dengan ketat. Kontak tak terhindarkan terjadi antara motor Munoz dengan ban belakang Carpe. Munoz langsung terjatuh keras di tengah lintasan. Karena jarak antar-pembalap sangat rapat, tubuh dan motor Munoz yang terseret di aspal tidak bisa dihindari oleh pembalap di belakangnya. Brian Uriarte dan Valentin Perrone menghantam Munoz dalam kecepatan tinggi.
Bendera merah (Red Flag) langsung dikibarkan untuk menghentikan balapan agar tim medis bisa masuk ke lintasan. Beruntung, seluruh pembalap yang terlibat dilaporkan dalam kondisi sadar dan tidak mengalami cedera fatal.
MotoGP: Tabrakan Beruntun 5 Pembalap di Tikungan Pertama
Tidak kalah dramatis, kelas utama MotoGP langsung menyuguhkan efek domino sesaat setelah lampu start padam. Ketika peraih pole position, Marc Marquez, memimpin balapan disusul oleh Pedro Acosta, kekacauan terjadi tepat di belakang mereka saat memasuki Tikungan 1 (Turn 1).
Mereka yang terlibat tabrakan tersebut adalah Marco Bezzecchi (Aprilia Racing), Jorge Martin (Aprilia Racing), Fermin Aldeguer (Gresini Ducati), Raul Fernandez (Trackhouse Aprilia) dan Fabio Di Giannantonio (Pertamina VR46 Ducati).
Insiden dipicu oleh rem agresif dari sang pemimpin klasemen, Marco Bezzecchi, di tikungan pertama. Senggolan kecil di tengah kerumunan padat motor langsung menciptakan efek karambol. Bezzecchi kehilangan kendali dan menyeret rekan setimnya, Jorge Martin, serta Raul Fernandez dan Fermin Aldeguer ke dalam perangkap kerikil (gravel trap).
Fabio Di Giannantonio juga ikut terseret dalam insiden ini. Bedanya, jika Martin, Bezzecchi, Aldeguer, dan Fernandez langsung dinyatakan Did Not Finish (DNF), Di Giannantonio masih mampu bangkit mendirikan motornya untuk melanjutkan balapan hingga finis. Balapan kelas utama ini akhirnya dimenangi oleh Marc Marquez setelah duel ketat melawan Pedro Acosta.
Moto2 Tak Massal Tapi Ada Korban
Berbeda dengan Moto3 dan MotoGP yang diwarnai kecelakaan massal secara bersamaan, kelas Moto2 menyajikan balapan yang lebih mengalir, meski tetap diwarnai beberapa insiden individual yang mengeliminasi para pembalap top dari lintasan Balaton Park. Balapan kelas ini sendiri berhasil dimenangi oleh Manuel Gonzalez.
Beberapa pembalap yang bernasib sial dan mengalami kecelakaan di Moto2 antara lain:
Aron Canet menjadi pembalap pertama yang mengalami kecelakaan dan gagal finis akibat frustrasi kehilangan kendali motor Boscoscuro milik tim Marc VDS.
Lalu Ivan Ortola dan Daniel Munoz: Keduanya terlibat tabrakan di lap ke-4. Ortola yang mencoba memperbaiki posisinya dari grid 18 melakukan manuver menyalip yang terlalu agresif terhadap Daniel Munoz. Keduanya berakhir bersama-sama di atas gravel.
Collin Veijer pembalap Red Bull KTM Ajo ini juga harus gigit jari setelah terjatuh sendiri saat sedang nyaman bertarung di posisi ketujuh.
Secara keseluruhan, GP Hungaria 2026 membuktikan bahwa Sirkuit Balaton Park memiliki karakter yang sangat menuntut fokus tinggi, di mana kesalahan kecil dari satu pembalap bisa berakibat fatal bagi pembalap lainnya.(*)
BACA JUGA: Marc Marquez Menggila di Balaton Park, Persembahkan Kemenangan ke-100 Ducati
