Jernih.co

Nottingham Forest Permalukan Chelsea, Awoniyi Jadi Mimpi Buruk

Chelsea kembali mencatatkan rekor kelam setelah takluk 1-3 dari Nottingham Forest di kandang sendiri. Di tengah tumpulnya lini serang The Blues dan kegagalan penalti Cole Palmer, Taiwo Awoniyi tampil sebagai pahlawan yang menghancurkan.

WWW.JERNIH.CO –  Senin malam (4 Mei) Stamford Bridge menjadi saksi bisu runtuhnya ambisi Chelsea untuk menembus zona Liga Champions. Dalam laga pekan ke-35 Premier League musim 2025/2026, Nottingham Forest secara mengejutkan berhasil membawa pulang tiga poin penuh setelah mengandaskan perlawanan tuan rumah dengan skor telak 1-3. Kekalahan ini jelas memalukan.

Jika ada satu nama yang layak disebut sebagai pahlawan Nottingham Forest dalam pertandingan ini, ia adalah Taiwo Awoniyi. Penyerang asal Nigeria ini tampil fenomenal di laga ke-100-nya untuk klub.

Awoniyi hanya butuh waktu dua menit untuk membungkam publik tuan rumah lewat sundulan maut memanfaatkan umpan silang Dilane Bakwa.

Tak berhenti di situ, Awoniyi juga menjadi penyebab lahirnya gol kedua Forest setelah pergerakannya memaksa Malo Gusto melakukan pelanggaran di kotak terlarang.

Ia kemudian melengkapi penampilan gemilangnya dengan mencetak gol keduanya (gol ketiga Forest) pada menit ke-52 setelah menerima assist matang dari Morgan Gibbs-White. Kekuatan fisik dan ketajamannya di depan gawang benar-benar menjadi mimpi buruk bagi lini pertahanan Chelsea yang tampak rapuh.

Hasil ini menandai kekalahan keenam berturut-turut Chelsea di liga, sebuah rekor terburuk yang menyamai catatan kelam mereka pada tahun 1993. Ada beberapa faktor yang membuat performa anak asuh pelatih interim Calum McFarlane begitu mengecewakan.

Antara lain lini belakang yang rapuh.  Malo Gusto dan barisan pertahanan Chelsea tampak sangat gugup menghadapi tekanan balik Forest. Pelanggaran penalti yang dilakukan Gusto adalah contoh nyata dari kepanikan kolektif di lini belakang.

Meskipun mendominasi penguasaan bola, Chelsea gagal mengonversi peluang. Momen kunci terjadi di akhir babak pertama ketika Cole Palmer gagal mengeksekusi penalti. Jika gol itu tercipta, momentum mungkin akan berubah.

Chelsea baru bisa mencetak gol hiburan lewat tendangan salto indah João Pedro di masa injury time, saat sebagian besar pendukung mereka sudah meninggalkan stadion.

Cedera kepala serius yang dialami pemain muda Jesse Derry di babak pertama tampaknya sangat memengaruhi psikologis tim. Chelsea bermain tanpa arah dan kehilangan semangat juang setelah tertinggal dua gol di awal laga.

Di sisi lain, Nottingham Forest menunjukkan mengapa mereka layak bertahan di kasta tertinggi. Kelebihan utama mereka adalah efisiensi transisi. Forest tidak butuh banyak menguasai bola untuk melukai lawan; serangan balik mereka sangat terorganisir dan tajam.

Selain itu, kolektivitas tim di bawah arahan Vitor Pereira patut diacungi jempol. Meski melakukan rotasi pemain demi menjaga kebugaran di kompetisi Eropa, Forest tetap tampil solid.

Penjaga gawang Matz Sels tampil heroik dengan menepis penalti Palmer, sementara lini tengah yang dikomandoi Gibbs-White sangat disiplin dalam menjaga kedalaman sekaligus menyuplai bola ke depan.

Kemenangan ini membawa Forest menjauh enam poin dari zona degradasi, sekaligus mengirim pesan bahwa semangat “Tricky Trees” jauh lebih besar daripada kemewahan skuad yang dimiliki Chelsea saat ini.

Bagi Chelsea, musim 2025/2026 kini resmi menjadi mimpi buruk yang ingin segera mereka lupakan.(*)

BACA JUGA: Arsenal Bungkam Chelsea dalam Pertempuran Taktis di Emirates

Exit mobile version