JERNIH – Berakhirnya masa libur sekolah dan beroperasinya kembali Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) memicu gelombang permintaan baru (demand shock) pada pasar pangan domestik. Badan Pusat Statistik (BPS) merilis peringatan dini (early warning) terkait potensi melambungnya harga daging ayam ras dan daging sapi yang terus merangkak naik hingga menembus atau mendekati Harga Acuan Penjualan (HAP).
Plt. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengungkapkan, secara rata-rata nasional pada pekan pertama Agustus 2026, harga daging ayam ras berada di angka Rp39.712 per kilogram (naik 4,06% secara bulanan). Meski angka rata-rata nasional masih berada tipis di bawah HAP konsumen (Rp40.000/kg), eskalasi kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) telah menjangkau 188 kabupaten/kota.
BPS mencatat lonjakan permintaan ayam tidak hanya dipicu oleh pemenuhan gizi anak sekolah, tetapi juga berkelindan dengan faktor cuaca ekstrem di kawasan pesisir.
“Di Kota Binjai, Bengkulu Tengah, Seluma, hingga Penukal Abab Lematang Ilir, kenaikan harga ayam secara langsung dipicu oleh melesatnya permintaan dari SPPG yang mulai aktif memproduksi porsi MBG kembali. Sementara di wilayah kepulauan seperti Bangka Selatan dan Bangka Tengah, peningkatan permintaan ayam berlipat ganda karena masyarakat beralih dari ikan laut yang langka akibat gelombang tinggi,” terang Amalia saat Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, Senin (10/8/2026).
Di beberapa kawasan terluar seperti Kabupaten Intan Jaya, harga daging ayam ras bahkan telah menembus level fantastis sebesar Rp100.000 per kilogram.
Daging Sapi Lewati HAP: Melawi dan Kubu Raya Melonjak Tajam
Tak hanya daging ayam, komoditas daging sapi juga menunjukkan kurva kenaikan yang mengkhawatirkan. Secara nasional, rata-rata harga daging sapi berada di level Rp143.737 per kilogram—jauh melampaui batas HAP pemerintah.
| Daerah | Komoditas | Harga Saat Ini (per kg) | Margin / Keterangan terhadap HAP |
| Melawi (Kalbar) | Daging Sapi | Rp180.000 | +28,6% di atas HAP |
| Kubu Raya (Kalbar) | Daging Sapi | Rp165.000 | +17,86% di atas HAP |
| Kepahiang (Bengkulu) | Daging Ayam Ras | – | IPH naik 21,34% (+20% di atas HAP) |
| Kota Binjai (Sumut) | Daging Ayam Ras | – | IPH naik 29,78% (+5% di atas HAP) |
| Intan Jaya (Papua) | Daging Ayam Ras | Rp100.000 | Lonjakan tertinggi nasional |
Menanggapi fenomena ketidakseimbangan pasokan (supply-demand mismatch) ini, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementan, Muhammad Agung Sunusi, menegaskan perlunya tindakan intervensi cepat melalui koordinasi bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas).
“Kita harus memperkuat pemetaan pasokan surplus-defisit harian agar re-alokasi cepat bisa dilakukan, baik untuk live bird, karkas, hingga pengoptimalan Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) dan cold chain di daerah rawan,” kata Agung.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta jajaran terkait melacak rantai pasok pakan ternak. Menurut Tito, stok pakan jagung nasional dari laporan Kementan dalam kondisi aman, sehingga patut diduga ada sumbatan pada urat distribusi (distribution bottleneck) yang mendongkrak biaya produksi di tingkat peternak.
