Site icon Jernih.co

Pencurian Seni Senilai Rp1,5 Triliun Mengguncang Italia, Karya Masterpiece Renaissance Raib di Tengah Festival

Seorang jurnalis menelusuri situs web museum Messina yang menampilkan gambar karya seni pelukis Renaisans Awal Antonello da Messina, yang telah dicuri (Foto: Gregorio Borgia/APP)

JERNIH — Sebuah pencurian mahakarya seni bernilai fantastis mengguncang Italia di tengah kemeriahan festival budaya. Kelompok pencuri membobol Museum Interdisipliner Regional MuMe di kota Messina, Sisilia, dan menggasak empat karya langka zaman Renaissance karya maestro Antonello da Messina. Total nilai lukisan yang dicuri ditaksir mencapai 80 juta euro (sekitar Rp1,5 triliun).

Aksi pencurian ini terjadi pada Sabtu malam sekitar pukul 21.50 waktu setempat. Para pelaku memanfaatkan momen perayaan festival tahunan Ferragosto dan prosesi tradisi Vara yang menyedot perhatian ribuan warga serta konsentrasi aparat kepolisian ke pusat kota Messina.

Para pelaku mengeksekusi aksi mereka dengan sangat terencana. Pelaku terlebih dahulu memotong pagar besi pengaman di sepanjang Jalan Viale Annunziata untuk menembus area luar museum, sebelum membobol pintu samping untuk masuk ke galeri utama.

Di dalam galeri, kelompok ini membobol etalase kaca lapis baja untuk mengambil panel tempera ganda berukuran kecil yang dibuat pada era 1465–1474. Panel tersebut menampilkan gambar Perawan dan Anak bersama Biarawan Fransiskan di sisi depan, serta Kristus dalam Pieta di sisi belakang.

Tak berhenti di situ, pelaku melucuti rangkaian panel kayu tempera dari poliptik bersejarah San Gregorio buatan tahun 1473—satu-satunya mahakarya utuh Antonello yang tersisa di kota kelahirannya. Pelaku berhasil menggasak tiga bagian utama, sementara dua panel lainnya yang menggambarkan Santo Benediktus dan Santo Gregorius ditemukan tergeletak ditinggalkan di dekat dinding area museum.

“Kami sangat terpukul dengan apa yang terjadi. Karya-karya yang dicuri adalah dua dari mahakarya paling penting dan terkenal milik Antonello da Messina,” ujar Direktur Museum MuMe, Marisa Mercurio.

“Tidak ada seorang pun di Messina yang membayangkan akan ada perampokan nyata bergaya film seperti di Louvre,” tambah Anggota Dewan Kebudayaan Lokal, Enzo Caruso.

Antonello da Messina (lahir sekitar 1430) dikenal sebagai salah satu maestro perintis masa Renaissance Italia. Mengingat sedikitnya jumlah karyanya yang selamat hingga hari ini, setiap lukisannya dikategorikan sebagai harta karun budaya yang tidak ternilai harganya.

CEO Asosiasi Riset Kejahatan Seni (ARCA), Lynda Albertson, menilai bahwa mencuri karya Antonello sejatinya jauh lebih mudah daripada menjualnya kembali karena tingkat popularitas lukisan tersebut yang sangat tinggi.

“Karya seni bernilai tinggi seperti ini hampir tidak mungkin dijual secara terbuka. Lukisan semacam ini sering kali mengendap bertahun-tahun di dunia bawah tanah kriminal (criminal underworld), diperdagangkan sebagai jaminan atau alat tawar-menawar untuk aktivitas ilegal lainnya,” jelas Albertson.

Pencurian di Messina ini terjadi hanya beberapa hari setelah kepolisian Italia di kota Parma berhasil menemukan kembali tiga karya seni curian milik Renoir, Cézanne, dan Matisse senilai US$ 11,5 juta. Polisi Italia kini meluncurkan perburuan lintas wilayah untuk melacak sindikat di balik aksi pembobolan museum tersebut.

Exit mobile version