Site icon Jernih.co

Prihati Pujowaskito, Mayjen Purnawirawan Dirut BPJS Kesehatan Baru

BPJS Kesehatan resmi memasuki babak baru! Sosok Mayjen TNI (Purn.) Dr. dr. Prihati Pujowaskito kini dipercaya memegang tongkat komando menggantikan Prof. Ali Ghufron Mukti.

WWW.JERNIH.CO –  Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Mayjen TNI (Purn.) Dr. dr. Prihati Pujowaskito, Sp.JP(K), FIHA, MMRS sebagai Direktur Utama BPJS Kesehatan periode 2026–2031. Pengangkatan ini tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 17/P Tahun 2026 yang ditetapkan pada pertengahan Februari 2026.

Prihati menggantikan Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D., yang telah menyelesaikan masa jabatannya. Penunjukan sosok dari latar belakang militer dan medis ini dipandang sebagai langkah strategis pemerintah untuk memperkuat tata kelola serta memastikan keberlanjutan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Indonesia.

Prihati Pujowaskito selain perwira tinggi militer, juga seorang akademisi dan klinisi senior. Lahir di Solo pada 29 Maret 1967, ia memulai karier militernya melalui jalur Sepamilsuk/Sepa PK TNI pada tahun 1990. Sebagai seorang dokter, sepuluh tahun pertama kariernya dihabiskan sebagai dokter di satuan elite Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

Dedikasinya di dunia kedokteran dibuktikan dengan latar belakang pendidikan yang sangat komprehensif: ia adalah lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS), kemudian mendalami spesialisasi Jantung dan Pembuluh Darah di Universitas Airlangga (UNAIR), hingga meraih gelar Doktor di bidang Hukum Kesehatan pada tahun 2021.

Di bidang manajerial, rekam jejak Mayjen Prihati sangat mumpuni, terutama dalam memimpin institusi kesehatan berskala besar. Ia pernah mengemban amanah sebagai Kepala Departemen Jantung di RSPAD Gatot Soebroto (2018–2021) dan menjabat sebagai Direktur Pengawasan Medik (Dirwasmed) serta Direktur Penunjang Medis (Dirjangmed) di rumah sakit kepresidenan tersebut.

Pengalaman manajerialnya semakin teruji saat ia dipercaya menjadi Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Pertahanan (Unhan). Kombinasi antara gelar Magister Manajemen Rumah Sakit (MMRS) dan pengalaman memimpin birokrasi pendidikan serta layanan kesehatan militer menjadikannya figur yang dinilai mampu mengelola kompleksitas operasional BPJS Kesehatan.

Prestasi dia juga mencakup kontribusi sebagai instruktur Advanced Cardiac Life Support (ACLS) dan keterlibatannya dalam organisasi profesi seperti PERKI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia). Dengan keahlian spesifik di bidang kardiologi intervensi dan pemahaman mendalam mengenai hukum kesehatan, ia diharapkan dapat membawa inovasi dalam efisiensi layanan medis serta pengawasan sistem jaminan sosial.

Kepemimpinannya di BPJS Kesehatan kini menjadi tumpuan bagi jutaan rakyat Indonesia untuk mendapatkan akses kesehatan yang lebih merata dan berkualitas.(*)

BACA JUGA: Polemik BPJS Kesehatan PBI yang Bikin Keki

Exit mobile version