Site icon Jernih.co

Putra Negosiator Utama Hamas Tewas, Israel Dinilai Sabotase Kesepakatan Damai Gaza

JERNIH – Di tengah upaya intensif Amerika Serikat memediasi masa depan Gaza, kabar duka datang dari kubu Hamas. Azzam Al-Hayya, putra dari negosiator utama Hamas, Khalil Al-Hayya, dilaporkan tewas pada Kamis (7/5/2026) akibat luka-luka yang dideritanya dalam serangan udara Israel semalam sebelumnya.

Insiden tragis ini terjadi saat para pemimpin faksi Palestina tengah berada di Kairo untuk melakukan pembicaraan krusial dengan utusan khusus “Dewan Perdamaian” bentukan Presiden Donald Trump.

Tewasnya Azzam menandai kehilangan yang mendalam bagi Khalil Al-Hayya. Azzam adalah putra keempatnya yang tewas akibat serangan Israel. Sebelumnya, Al-Hayya telah kehilangan tiga putra lainnya dalam rangkaian serangan yang berbeda pada tahun 2008, 2014, dan sebuah serangan di Doha tahun lalu.

Khalil Al-Hayya sendiri, yang memiliki tujuh anak, telah lolos dari beberapa upaya pembunuhan oleh militer Israel selama bertahun-tahun. Hingga berita ini diturunkan, militer Israel belum memberikan komentar resmi terkait serangan tersebut.

Menanggapi serangan tersebut, Khalil Al-Hayya menuduh Israel sengaja mencoba merusak upaya mediator yang sedang mendorong implementasi Rencana Gaza (Gaza Plan) besutan Donald Trump.

“Serangan dan pelanggaran Zionis ini dengan jelas menunjukkan bahwa pendudukan (Israel) tidak ingin mematuhi gencatan senjata atau tahap pertama kesepakatan,” tegas Hayya kepada Al Jazeera.

Rencana damai yang disepakati Oktober lalu tersebut mencakup penarikan pasukan Israel dari Gaza dan dimulainya rekonstruksi, dengan syarat Hamas harus meletakkan senjata. Namun, poin pelucutan senjata ini tetap menjadi ganjalan paling keras dalam perundingan.

Delegasi Hamas di Kairo dilaporkan telah menyampaikan pesan tegas kepada utusan AS, Nickolay Mladenov. Mereka menyatakan tidak akan melanjutkan pembicaraan serius mengenai tahap kedua kesepakatan sebelum Israel memenuhi seluruh kewajibannya pada tahap pertama, termasuk penghentian total serangan.

Data medis lokal menunjukkan setidaknya 830 warga Palestina tewas sejak kesepakatan gencatan senjata Oktober diberlakukan. Di sisi lain, Israel mengeklaim kehilangan empat tentara dalam periode yang sama dan bersikeras bahwa serangan mereka dilakukan untuk menggagalkan upaya serangan militan.

Exit mobile version