- Saif al-Islam ditembak di taman di belakang rumah. Penyerang mematikan seluruh kamera pengaman, sebelum beraksi.
- Saif al-Islam dipandang sebagai penerus ayahnya. Tahun 2021 ia mengumumkan akan mencalonkan diri sebagai presiden Libya.
JERNIH — Saif al-Islam Gaddafi, putra mantan pemimpin Libya Muamar Gaddafi, Selasa 3 Februari terbunuh dalam serangan bersenjata yang dilakukan empat penyerang.
Mengutip sumber yang dekat dengan Keluarga Gaddafi, Al Arabiya menulis Saif al-Islam — berusia 53 tahun — tewas i kota Zintan, 136 kilometer dari itu kota Tripoli.
Penyerang, menurut sumber itu, menembak Saif al-Islam di taman belakang rumahnya sebelum melarikan diri dari tempat kejadian. Belum jelas siapa yang bertanggung jawab atas pembunuhan itu.
LANA, kantor berita Libya, melaporkan peristiwa ini dengan mengutip Abdallah Othman, penasehat Saif al-Islam.
Sumber-sumber di tim politik Saif al-Islam mengatakan empat orang bersenjata itu menyerbu kediamannya setelah menonaktifkan kamera keamanan. Saif al-Islam menghadapi penyerang dan tewas pukul 02:30 waktu setempat.
Saif al-Islam dipandang sebagai penerus ayahnya. Tahun 2021 ia mengumumkan akan mencalonkan diri sebagai presiden Libya, tapi pemilihan ditunda tanpa batas waktu.
Jaksa Libya, Rabu 4 Februari, mengatakan sedang menyelidiki pembunuhan Saif al-Islam. Ahli forensik telah dikirim ke tempat kejadian perkara. Tim juga masih mencari sidik jari penyerang di perangkat kamera pengawas.
Dewan Kepresidenan Libya menyeru berbagai pihak untuk menunggu hasil investigasi dan menyampaikan belasungkawa kepada Keluarga Gaddafi.
