- Di perbatasan kedua negara, bentrok Thailand-Kamboja meluas. Thailand menutup hampir 1,000 sekolah.
- Kedua negara juga mengevakuasi 500 ribu warganya dari wilayah perbatasan.
JERNIH — Kamboja, Rabu 10 Desember, menarik seluruh atletnya dari gelaran SEA Games ke-33 yang diselenggarakan di Thailand, menyusul konflik bersenjata di perbatasan kedua negara.
Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan tanggal 10 Desember dan ditujukan ke ketua eksektif Federasi Pesta Olahraga Asia Tenggara (SEAGF) Dato Seri Chaiyapak Siriwat, Komite Olimpiade Nasional Kamboja (NOCC) mengatakan tidak punya pilihan selain mengatur kepulangan delengasi secepatnya.
“Karena kekhawatiran serius dan permintaan dari keluarga atlet agar kami segera pulang, NOCC harus menarik seluruh delengasi kami dan mengatur kepulangan ke Kamboja secepattnya,” tulis Vath Chamroeun, sekretaris jenderal NOCC, kepada Khmer Times.
Chamroeun melanjutkan keputusan ini dibuat dengan sangat berat hati, karena mengakui keramahan, kehangatan, dan semangat sportivitas, yang diperlihatkan Komite Penyelenggara SEA Games Thailand (THASOC) dan Komite Olimpiade Nasional Thailand (NOCT) kepada tim Kamboja.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin ditimbulkan oleh kepulangan kami, dan tetap berterima kasih atas pengertian dan dukungan Anda,” Chamroeun mengakhiri.
SEA Games secara resmi dibuka Selasa 9 Desember dan akan berlangsung hingga 20 Desember. Namun pertempuran Thailand-Kamboja atas sengketa perbatasan membayangi SEA Games.
Kamboja sebelumnya menarik diri dari delapan cabang olahraga. Sebuah delegasi kecil dari negara tersebut ikut serta dalam parade atlet pada Selasa malam.
Di perbatasan kedua negara, bentrok Thailand-Kamboja meluas. Thailand menutup hampir 1,000 sekolah. Kedua negara juga mengevakuasi 500 ribu warganya dari wilayah perbatasan. Sampai Selasa 9 Desember, korban tewas berjumlah 10 orang. Empat tentara Thailand tewas, dan di pihak Kamboja enam warga sipil menemui ajal.
