Site icon Jernih.co

Selat Hormuz akan Dibuka Kembali jika AS Menerima Persyaratan Iran

Hossein Mohebbi (Foto: Fars News Agency)

JERNIH – Kesepakatan teknis antara Iran dan Oman mengenai pengaturan rute pelayaran baru di Selat Hormuz dilaporkan sudah semakin dekat. Meski demikian, pemerintah Iran menegaskan bahwa beroperasinya kembali jalur maritim vital tersebut tidak cukup hanya bergantung pada negosiasi bilateral dengan Oman, melainkan mewajibkan Amerika Serikat untuk memenuhi sejumlah persyaratan politik dan ganti rugi militer terlebih dahulu.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa Teheran dan Muscat telah berada dalam posisi yang sangat dekat untuk menyepakati skema rute pelayaran sementara. Ia menegaskan bahwa aturan navigasi lama di perairan tersebut sudah tidak dapat diterima oleh pihak Iran.

“Kami sangat dekat untuk mencapai kesepakatan mengenai rute pelayaran baru melalui Selat Hormuz, namun pembukaan kembali selat tersebut tetap bergantung pada kondisi lain, termasuk ganti rugi dari Amerika Serikat atas pelanggaran terhadap Nota Kesepahaman Islamabad,” ujar Araghchi dalam keterangannya.

Sikap senada disampaikan oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Juru Bicara IRGC, Brigadir Jenderal Hossein Mohebbi, menegaskan bahwa negosiasi teknis dengan Oman tidak serta-merta membuka blokade perairan tersebut. Menurut Mohebbi, Selat Hormuz adalah pilar utama kekuatan geografis dan strategis Iran.

“Kapan pun pihak Amerika menerima kondisi dari Republik Islam Iran dan menghentikan pendekatan intervensionisnya, syarat untuk membuka kembali Selat Hormuz tentu akan terpenuhi. Pembukaan selat ini sepenuhnya independen dari pembicaraan antara Teheran dan Oman,” tegas Mohebbi saat berbicara kepada media di Provinsi Hormozgan.

Di pihak lain, pemerintah Amerika Serikat mengklaim optimis bahwa kesepakatan navigasi akan segera tercapai guna memulihkan arus lalu lintas energi dunia. Seorang pejabat AS yang enggan disebutkan identitasnya menyatakan bahwa Washington siap melangkah lebih jauh jika kesepakatan Oman dan Iran diumumkan.

“Ada kemajuan antara Oman dan Iran mengenai selat tersebut, dan kami mengharapkan kesepakatan segera. Setelah kesepakatan diumumkan untuk memulihkan pelayaran komersial tanpa hambatan, Serikat AS akan mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Namun seperti biasa, tindakan AS akan tetap berbasis kinerja dan terikat pada pelaksanaan komitmen Iran,” ungkap pejabat tersebut kepada Reuters.

Dinamika diplomasi ini terus dibayangi oleh eskalasi militer di lapangan. Pemerintah Uni Emirat Arab melaporkan bahwa salah satu kapal tanker yang terafiliasi dengan perusahaan minyak negara mereka baru saja dihantam rudal saat melintas di Selat Hormuz.

Insiden serangan terbaru terhadap kapal komersial ini semakin mempertegas bahwa kesepakatan teknis rute pelayaran belum cukup untuk menjamin keamanan kawasan tanpa adanya kompromi politik langsung antara Washington dan Teheran.

Exit mobile version