Persija Jakarta resmi menunjuk mantan arsitek Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, sebagai juru taktik baru untuk musim depan.
WWW.JERNIH.CO – Persija Jakarta secara resmi mengumumkan penunjukan mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong (STY), sebagai pelatih kepala baru mereka.
Pelatih asal Korea Selatan tersebut menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun untuk memimpin skuad Macan Kemayoran mengarungi kompetisi Super League musim 2026/2027. Langkah berani ini langsung memicu euforia sekaligus rasa penasaran besar di kalangan pencinta sepak bola nasional, khususnya The Jakmania.
Keputusan manajemen Persija mendaratkan pelatih sekelas STY lewat keputusan matang. Persija sedang berada dalam misi besar untuk mengembalikan kejayaan klub ke tempat yang seharusnya.
Manajemen merasa klub membutuhkan sosok pemimpin dengan disiplin tinggi, karakter kuat, dan pemahaman mendalam tentang lanskap sepak bola Indonesia demi membangun fondasi tim yang modern dan kompetitif.
Faktor infrastruktur juga menjadi alasan kuat. Dalam konferensi pers di Jakarta International Stadium (JIS), presiden klub menyatakan bahwa kehadiran STY diharapkan mampu memaksimalkan potensi tim saat bermain di stadion megah yang akan menjadi kandang utama mereka tersebut.
Bagi STY sendiri, keakrabannya dengan atmosfer Jakarta dan ambisi besar Persija menjadi alasan utama ia bersedia menerima tantangan baru di level klub.
Sebelum STY datang, kursi kepelatihan Persija diduduki oleh pelatih asal Brasil, Mauricio Souza. Kerja sama dengan Souza terpaksa berakhir setelah musim 2025/2026 usai, karena ia dinilai gagal memenuhi target utama yang disepakati manajemen di awal kontrak.
Melihat performa beberapa tahun belakangan, grafik penampilan Persija bisa dibilang cukup fluktuatif. Pada musim 2025/2026 di bawah asuhan Mauricio Souza, Persija sebenarnya finis di peringkat ke-3 klasemen akhir.
Meskipun secara posisi terlihat lumayan, tim dinilai kurang konsisten, sering kehilangan poin krusial di laga kandang, dan gagal bersaing ketat dalam perebutan trofi juara.
Skuad Macan Kemayoran kerap kesulitan mempertahankan konsistensi permainan pasca-juara tahun 2018. Mereka sempat menembus papan atas, namun tidak jarang terlempar ke papan tengah akibat problem kedalaman skuad dan transisi taktik yang kurang berjalan mulus.
Dengan reputasi dan nilai kontrak yang tidak main-main, manajemen Persija mematok target yang sangat jelas bagi Shin Tae-yong: mengembalikan trofi juara liga ke Jakarta.
“Ini adalah hari penting untuk perjalanan Persija, suatu babak baru untuk membawa klub terus berkembang dengan target-target besar yang ingin kami capai,” ujar Mohamad Prapanca, Direktur Persija.
Selain mengincar gelar juara domestik, STY juga dibebani tanggung jawab untuk mematangkan sistem pembinaan pemain muda Persija agar struktur tim menjadi lebih sehat dan berkelanjutan untuk jangka panjang.(*)
BACA JUGA: Ironi Shin Tae Yong dan Perjalanan yang Belum Selesai
