Site icon Jernih.co

Staf WHO Tewas Diterjang Peluru Zionis Israel, Misi Evakuasi Medis Terpaksa Dihentikan Total

JERNIH – Sebuah insiden keamanan kritis mengguncang Jalur Gaza pada Senin (6/4/2026). Tentara Israel dilaporkan melepaskan tembakan ke arah kendaraan operasional Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di wilayah Khan Younis Timur. Serangan ini menewaskan seorang pengemudi veteran WHO dan melukai seorang dokter internasional serta beberapa warga Palestina lainnya.

Koresponden Al Jazeera, Hani Mahmoud, melaporkan bahwa korban tewas diidentifikasi sebagai Majdi Aslan (54). Ia mengembuskan napas terakhir setelah terkena tembakan di bagian kepala saat sedang bertugas.

Insiden maut ini terjadi di dekat area yang dikenal sebagai “garis kuning” di sepanjang Jalan Salah al-Din, jalur utama yang menghubungkan Gaza Selatan dan Tengah. Menurut laporan di lapangan, pasukan Israel melepaskan tembakan secara “indiskriminasi” ke arah kendaraan-kendaraan sipil yang melintas.

Kendaraan WHO tersebut diketahui sedang mengikuti sebuah kendaraan komersial yang mengangkut warga sipil. “Sopir (Majdi Aslan) ditembak di kepala, dan saat ia tiba di Rumah Sakit Al-Aqsa, ia dinyatakan meninggal dunia,” lapor Mahmoud. Selain Majdi, sekitar tujuh orang lainnya menderita luka-luka dalam serangan tersebut.

Menyusul insiden ini, WHO mengeluarkan pernyataan resmi yang mengonfirmasi terjadinya “insiden keamanan kritis” dan langsung mengambil langkah tegas. Seluruh misi evakuasi medis dari Gaza menuju Mesir melalui gerbang Rafah dihentikan total dengan efek segera hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Keputusan ini menjadi pukulan telak bagi ratusan warga Palestina yang terluka parah dan sedang menunggu giliran untuk mendapatkan perawatan di luar negeri. Selama ini, WHO menjadi koordinator utama antara Mesir dan Israel untuk memastikan jalur evakuasi tetap terbuka bagi warga yang kritis.

Meski mata dunia tertuju pada perang melawan Iran, kekerasan di Gaza tidak pernah benar-benar berhenti sejak gencatan senjata rapuh disepakati Oktober lalu. Data dari Kementerian Kesehatan Gaza menyebutkan lebih dari 700 warga Palestina telah tewas sejak perang AS-Israel-Iran meletus.

Pada hari yang sama (Senin), serangkaian serangan lain juga dilaporkan terjadi di Khan Younis di mana seorang pria penyandang disabilitas tewas ditembak tentara Israel. Sementara di Kota Gaza terjadi serangan drone menyasar sebuah sepeda listrik di area pengungsian, menewaskan seorang pria berusia 36 tahun dan melukai seorang anak kecil hingga kritis. Sedangkan di lingkungan Yarmouk dan Shujayea, dua warga Palestina tewas akibat serangan drone udara.

Exit mobile version