Jernih.co

Tren Mobil Listrik di Indonesia Kian Menggeliat: 10 EV Terlaris 2025

Dengan tren positif ini, pasar EV Indonesia berpotensi menjadi salah satu yang terbesar di Asia Tenggara. Lonjakannya amat signifikan. Dari tahun 2023 ke 2024 melonjak hingga lebih dari delapan kali lipat.

JERNIH – Di tengah upaya global untuk mengurangi emisi karbon dan transisi ke energi hijau, Indonesia sedang mengalami lonjakan signifikan dalam adopsi kendaraan listrik (electric vehicle/EV). Sebagai negara dengan populasi terbesar di Asia Tenggara dan cadangan nikel terbesar di dunia Indonesia diproyeksikan menjadi pusat produksi dan pasar EV regional.

Tren ini terus berlanjut di 2025, dengan penjualan mobil listrik yang melonjak drastis, didorong oleh insentif pemerintah seperti subsidi, pembebasan pajak, dan target ambisius untuk mencapai 2 juta unit mobil EV. Bahkan, hingga pertengahan April 2025, penjualan EV sudah mencapai lebih dari 16.000 unit, mendekati target pemerintah sebesar 100.000 unit sepanjang tahun ini.

Permintaan terhadap mobil listrik di Indonesia sedang berada pada fase eksponensial. Pada 2024, penjualan mobil EV melonjak tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, mencapai pangsa pasar lebih dari 7% meskipun pasar otomotif konvensional mengalami kontraksi 20%. Di kuartal pertama 2025, sebanyak 27.616 unit EV terjual, naik dari 19.260 unit pada periode yang sama tahun lalu.

Faktor pendorong utama termasuk harga yang semakin terjangkau berkat impor dari China, kesadaran lingkungan yang meningkat, dan dukungan pemerintah seperti insentif pajak hingga 10% untuk pembeli. Namun, demand ini masih didominasi oleh segmen urban di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya, di mana infrastruktur pengisian daya lebih baik. Secara keseluruhan, Asia Tenggara termasuk Indonesia mengalami pertumbuhan penjualan EV hampir 50% pada 2024, dengan Indonesia sebagai salah satu yang paling menonjol.

Pada 2024, penjualan battery electric vehicle (BEV) mencapai 43.188 unit, mencakup penetrasi sekitar 5% dari total penjualan mobil nasional. Nilai pasar EV Indonesia diperkirakan mencapai 16,5 miliar dolar pada 2023, dan terus tumbuh dengan proyeksi mencapai target produksi 280.000 unit per tahun pada 2025 berkat investasi dari pemain besar.

Pasar EV Indonesia semakin kompetitif dengan sekitar 10-15 pemain utama, termasuk merek asing dan lokal. Pemain dominan sebagian besar berasal dari China, dengan tujuh pabrikan China seperti BYD, Geely, Chery, Wuling, Seres, Denza, dan DFSK yang berinvestasi total Rp 150 triliun (sekitar USD 9,25 miliar) dari 2024 hingga 2025. Merek Jepang seperti Toyota dan Hyundai, serta Amerika seperti Tesla, juga ikut serta.

Pada penjualan Maret 2025,  BYD dan Wuling mendominasi dengan pangsa EV mencapai 4,9% dari total mobil. Dominasi pasar EV di Indonesia pada awal tahun 2025 menunjukkan pergeseran signifikan, dengan merek-merek asal China menguasai posisi teratas. Berikut adalah perkiraan peringkat berdasarkan data penjualan gabungan dari periode Januari hingga Juni 2025:

#1. BYD M6: Mobil listrik ini berhasil menempati posisi teratas sebagai yang terlaris dengan total penjualan sekitar 6.252 unit hingga Juni 2025. Varian MPV 7-seater ini tampaknya sangat diminati oleh konsumen Indonesia yang mencari kendaraan keluarga bertenaga listrik.

#2. Denza D9: Sub-merek dari BYD ini juga menunjukkan performa yang sangat kuat. Dengan total penjualan sekitar 5.733 unit, Denza D9 berhasil menjadi pesaing serius di segmen MPV premium bertenaga listrik.

#3.  BYD Sealion 7: Produk ini juga dari BYD, menempati posisi ketiga dengan penjualan sekitar 5.456 unit. Kehadirannya menunjukkan bahwa BYD memiliki portofolio produk yang luas dan mampu bersaing di berbagai segmen.

#4. Chery iCar 03 (J6): Chery juga berhasil masuk ke dalam jajaran teratas dengan penjualan sekitar 3.979 unit. Keberhasilan Chery menunjukkan semakin ketatnya persaingan di pasar EV Indonesia.

#5. Wuling Air EV: Meskipun telah menjadi pionir di pasar EV terjangkau, penjualan Wuling Air EV berada di posisi kelima dengan total sekitar 2.497 unit hingga paruh pertama 2025. Posisi ini menunjukkan adanya persaingan ketat dari model-model baru yang lebih besar dan bertenaga.

#6. Aion Hyptec HT: Dengan penjualan sekitar 1.492 unit, merek Aion menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dan berhasil menarik perhatian konsumen di Indonesia.

#7. Wuling Cloud EV: Model Wuling lainnya, Cloud EV, menempati posisi ketujuh dengan penjualan sekitar 1.384 unit.

#8. Wuling Binguo EV: Wuling Binguo EV menyusul di posisi kedelapan dengan penjualan sekitar 1.289 unit.

#9. Geely EX5 Max: Merek Geely juga mulai menunjukkan kehadirannya di pasar Indonesia dengan penjualan sekitar 1.259 unit.

#10. Hyundai Ioniq 5: Produk andalan dari Hyundai, Ioniq 5, berada di posisi kesepuluh dengan penjualan sekitar 944 unit. Meskipun merupakan salah satu pelopor EV di Indonesia, model ini menghadapi persaingan yang semakin sengit dari merek-merek China yang menawarkan harga dan fitur yang kompetitif.(*)

BACA JUGA:Apa Keuntungan Memiliki Mobil Listrik di Norwegia?

Exit mobile version