JERNIH — Laga super sengit babak perempat final Piala Dunia 2026 antara Timnas Inggris melawan Norwegia yang akan digelar di Stadion Miami, Florida, Minggu (12/7/2026) dini hari WIB, mendadak diselimuti ketegangan tinggi. Bukan karena adu taktik, melainkan karena kedua kubu saat ini sedang berpacu dengan waktu melawan serangan penyakit misterius yang menular ke sejumlah pilar penting mereka.
Kubu Inggris menghadapi alarm bahaya setelah gelandang jangkar mereka, Declan Rice, mendadak tumbang. Berdasarkan laporan eksklusif Daily Mail, bintang Arsenal itu mengalami gangguan kesehatan serius setelah sebelumnya sempat dibekap cedera hamstring dan masalah punggung bawah.
Guna mencegah kehancuran skuad akibat penularan massal, Federasi Sepak Bola Inggris (FA) langsung mengambil tindakan ekstrem. Declan Rice langsung diisolasi secara ketat dari rombongan tim. Rice tercatat sudah melewatkan seluruh aktivitas taktis tim selama 2 hari berturut-turut.
Meskipun demikian, sumber internal Tiga Singa mencoba meredakan kepanikan dengan menyatakan bahwa kondisi Rice saat ini sudah mulai terkendali di bawah pengawasan ketat tim medis.
Kubu Norwegia Goyah
Kondisi yang tak kalah mencekam terjadi di kamp latihan Norwegia. Penjaga gawang utama mereka, Orjan Nyland, mengonfirmasi bahwa internal timnya sedang diserang penyakit yang membuat tim dokter bekerja ekstra keras menjelang laga hidup mati ini.
Beberapa pemain dilaporkan bertumbangan dan terpaksa absen dari sesi latihan penting akibat tertular gejala penyakit setelah masa jeda kompetisi. “Saya dapat memastikan bahwa itu benar. Kami sedang mengalami masalah. Kami melakukan yang terbaik yang kami bisa dan dokter tim sangat sibuk saat ini. Kami sudah mengambil waktu istirahat, jadi mungkin seseorang tertular sesuatu selama waktu istirahat itu,” ungkap Orjan Nyland jujur.
Mencoba tetap tenang di hadapan media, pelatih kepala Norwegia, Stale Solbakken, mengklarifikasi bahwa sejauh ini baru penyerang Jorgen Larsen yang dikonfirmasi mengalami demam tinggi. Meski begitu, ia tidak menampik bahwa ruang ganti timnya mulai dipenuhi suara batuk dan serak.
Solbakken menilai situasi ini merupakan konsekuensi logis dari kelelahan fisik selama mengarungi turnamen akbar. Paparan pendingin ruangan (AC) di pesawat, ruang ganti yang lembap, serta intensitas perjalanan udara yang tinggi. Dengan total rombongan mencapai 50 orang, Solbakken menganggap wajar jika ada beberapa anggota tim yang tumbang akibat penurunan imunitas.
Kini, baik Gareth Southgate maupun Stale Solbakken sama-sama berharap hari Sabtu besok bisa menjadi mukjizat bagi kesembuhan total skuad mereka. Pasalnya, tiket menuju semifinal Piala Dunia 2026 taruhannya!
