JERNIH — Jagat sepak bola Piala Dunia diguncang insiden horor yang berujung sanksi berat dari otoritas tertinggi sepak bola, FIFA. Gelandang Timnas Qatar, Assim Madibo, resmi dijatuhi hukuman larangan bertanding sebanyak lima pertandingan setelah tekel kasarnya mematahkan kaki bintang lapangan tengah Kanada, Ismael Kone.
Insiden berdarah itu terjadi dalam laga matchday Grup B di Vancouver, Kamis lalu, yang berakhir dengan kemenangan telak Kanada 6-0 atas Qatar. Madibo langsung diganjar kartu merah mutlak seketika setelah insiden tersebut.
Komite Disiplin FIFA menyatakan bahwa hukuman berat ini dijatuhkan atas tindakan serious foul play (pelanggaran yang sangat membahayakan). Akibat sanksi ini, Madibo dipastikan absen di sisa laga Piala Dunia Qatar, termasuk saat negara tuan rumah Piala Dunia 2022 itu dihajar Bosnia dan Herzegovina 3-1 di Seattle Stadium, Rabu kemarin.
Petaka terjadi pada menit ke-51. Madibo melancarkan tekel terlambat dari arah belakang yang langsung menghantam kaki kiri Kone. Seketika itu juga, atmosfer stadion berubah mencekam.
Kone terkapar di lapangan, memegangi kakinya yang patah sambil menutup mulut menahan rasa sakit yang luar biasa. Para pemain dari kedua tim yang berada di dekat lokasi kejadian langsung panik dan memberi isyarat medis darurat, menyadari ada cedera mengerikan yang baru saja terjadi.
Tim medis bergerak cepat melarikan Kone ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan menyatakan gelandang Kanada itu menderita patah tulang tibia dan fibula (tulang kering dan tulang betis) pada kaki kirinya, dan langsung naik meja operasi hari itu juga.
Namun, di tengah momen menyakitkan tersebut, Kone menunjukkan mental bajanya. Saat ditandu keluar lapangan, ia sempat duduk tegak dan melambaikan tangan ke arah tribun penonton, memicu gemuruh tepuk tangan dan dukungan luar biasa dari seisi stadion.
Rekan setimnya, Nathan Saliba—yang masuk menggantikan Kone dan sukses mencetak gol keempat Kanada—langsung berlari ke pinggir lapangan saat merayakan gol. Ia membentangkan jersi Timnas Kanada bernomor punggung 8 milik Kone sebagai bentuk solidaritas yang emosional.
Di sisi lain, Assim Madibo sendiri tampak sangat terpukul dengan dampak dari tekelnya. Pemain Qatar itu menangis di tengah lapangan, menangkupkan kedua tangan di belakang kepalanya sembari ditenangkan oleh rekan-rekan setimnya sebelum berjalan keluar.
Pelatih Kanada, Jesse Marsch, membeberkan bahwa usai peluit panjang berbunyi, Madibo langsung mendatangi kamar ganti Timnas Kanada untuk meminta maaf secara langsung secara jantan kepada Kone.
“Saya tidak bisa membayangkan betapa bersyukurnya saya kepada semua orang yang telah menghubungi dan mendoakan saya,” tulis Ismael Kone lewat akun Instagram pribadinya pascaoperasi.
Tak berhenti di situ, aksi simpatik ditunjukkan oleh Madibo yang ditemani langsung oleh Menteri Olahraga Qatar saat menjenguk Kone di rumah sakit. Kedatangan mereka disambut hangat oleh Presiden Asosiasi Sepak Bola Kanada (CSA).
“Kunjungan ini mencerminkan semangat sportivitas yang tinggi serta hubungan kuat di dalam maupun di luar lapangan. Kami mendoakan sang pemain agar cepat pulih dan segera kembali ke lapangan hijau,” rilis resmi dari Asosiasi Sepak Bola Qatar (QFA).
QFA juga mengunggah foto mengharukan saat Kone, yang duduk di kursi roda dengan kaki dibalut gips, memeluk erat Madibo di mana keduanya sama-sama mengenakan jersi kebanggaan negara masing-masing.
Meskipun hukuman 5 pertandingan bagi Madibo terhitung sangat berat, sejarah mencatat FIFA pernah mengeluarkan vonis yang jauh lebih kejam di panggung Piala Dunia.
Rekor sanksi terparah masih dipegang oleh striker Uruguay, Luis Suarez, yang dihukum larangan bertanding 9 laga internasional plus boikot total dari seluruh aktivitas sepak bola selama 4 bulan akibat aksi gigit bahu bek Italia, Giorgio Chiellini, pada Piala Dunia 2014 di Brasil.
Sebelum itu, pada Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat, bek tangguh Italia Mauro Tassotti juga pernah dijatuhi skorsing 8 pertandingan akibat hantaman sikut maut yang mematahkan hidung penyerang Spanyol, Luis Enrique.
