Site icon Jernih.co

Piala Dunia 2026 Dihantui Razia: ICE Tolak Hentikan Operasi Imigrasi di AS

Keterlibatan ICE dalam ajang olahraga besar bukan pertama kalinya menuai kontroversi. Sebelumnya, kehadiran agensi ini pada Olimpiade Musim Dingin di Milan juga diwarnai protes ribuan massa.

JERNIH – Kabar kurang sedap menyelimuti persiapan Piala Dunia 2026. Direktur Pelaksana Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai AS (ICE), Todd Lyons, secara resmi menolak permintaan untuk menghentikan operasi razia imigrasi di sekitar stadion selama pertandingan berlangsung musim panas mendatang.

Pernyataan ini memicu kekhawatiran besar bahwa tindakan keras terhadap imigran dapat merusak citra global turnamen dan menakut-nakuti jutaan penggemar sepak bola yang berencana datang ke Amerika Serikat.

Dalam kesaksiannya di hadapan Komite Keamanan Dalam Negeri DPR AS pada Selasa (10/2/2026), Lyons menegaskan bahwa ICE adalah bagian kunci dari aparat keamanan menyeluruh untuk Piala Dunia.

Meskipun ditekan sejumlah politisi untuk memberikan jaminan keamanan bagi pengunjung internasional, Lyons bersikeras bahwa prioritas agensinya adalah mengamankan operasi dan keselamatan seluruh peserta. “ICE berdedikasi untuk memastikan semua orang yang mengunjungi fasilitas kami akan menjalani acara yang aman dan terlindungi,” ujar Lyons.

Penolakan untuk menghentikan operasi ini mendapat kritik pedas dari Perwakilan Partai Demokrat, Nellie Pou. Distriknya mencakup Stadion MetLife di New Jersey, lokasi yang dijadwalkan menjadi tuan rumah partai final yang sangat bergengsi.

Pou memperingatkan bahwa keberadaan operasi imigrasi yang agresif di sekitar venue bisa menjadi bumerang bagi kesuksesan ekonomi dan prestise acara tersebut. “Apakah Anda menyadari bahwa jika penggemar merasa mereka akan dipenjara secara salah atau ditarik keluar (ditangkap), hal itu akan merusak seluruh proses ini?” tanya Pou dengan nada keras.

Sorotan terhadap ICE semakin tajam setelah Lyons memaparkan data kinerja agensinya. Tahun lalu, ICE menangkap 379.000 orang, namun data federal menunjukkan bahwa mayoritas dari mereka yang ditangkap sebenarnya tidak memiliki riwayat kriminal sebelumnya.

Kondisi ini mulai memicu seruan terbatas untuk memboikot turnamen tersebut. Pejabat di 11 kota tuan rumah di AS juga menyatakan kekhawatiran serupa bahwa penegakan imigrasi yang terlalu ketat akan menciptakan ketidakpastian bagi turis mancanegara.

Keterlibatan ICE dalam ajang olahraga besar bukan pertama kalinya menuai kontroversi. Sebelumnya, kehadiran agensi ini pada Olimpiade Musim Dingin di Milan juga diwarnai protes ribuan massa.

Dengan estimasi 10 juta pengunjung yang akan membanjiri AS, Meksiko, dan Kanada, tantangan terbesar bagi penyelenggara kini bukan hanya soal infrastruktur, melainkan bagaimana memastikan pesta sepak bola terbesar di dunia ini tidak berubah menjadi ajang ketakutan bagi para penggemar lintas negara.

Exit mobile version