JERNIH – Kehadiran Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, di laga Final National Basketball Association (NBA) di Madison Square Garden (MSG), New York, memicu reaksi keras dari publik. Trump disambut sorakan ejekan (booing) yang bergemuruh dari pendukung New York Knicks yang memadati arena pada Senin (8/6/2026) malam.
Ejekan massal tersebut pecah saat wajah pria berusia 79 tahun asli kelahiran New York itu muncul di Jumbotron (layar raksasa stadion) ketika lagu kebangsaan AS berkumandang. Trump terekam sedang memberikan hormat ke arah bendera Amerika Serikat dari dalam ruang eksekutif (executive suite).
Pihak The Athletic melaporkan bahwa sorakan bernada cemoohan yang diterima Trump terdengar jauh lebih keras daripada sorakan untuk tim rival Knicks, San Antonio Spurs. Laga gim ke-3 itu sendiri berakhir dengan kemenangan Spurs 115-111, yang memperkecil keunggulan seri Knicks menjadi 2-1.
Trump tercatat sebagai presiden aktif AS pertama dalam sejarah yang menghadiri langsung partai puncak tersebut. Sentimen negatif terhadap Trump tidak hanya terjadi di dalam arena, tetapi juga telah memanas di luar kompleks MSG sejak sore hari.
Saat iring-iringan kendaraan kepresidenan (motorcade) melintas di jalanan Manhattan, sejumlah demonstran membentangkan poster bertuliskan “Trump Must Go” (Trump Harus Pergi) dan beberapa orang kedapatan mengacungkan jari tengah ke arah rombongan.
Biro Keamanan Negara (Secret Service) bersama kepolisian New York (NYPD) mendirikan pagar pembatas setinggi 3 meter di sekitar MSG. Warga dan fans yang tidak memiliki tiket dilarang keras mendekat dalam radius beberapa blok dari arena. Pihak berwenang juga melarang total adanya acara nonton bareng (watch party) di area luar luar stadion, sebuah kebijakan yang memutus tradisi kemeriahan dua gim final sebelumnya.
Komisioner NBA, Adam Silver, mengakui adanya ketidaknyamanan bagi para penonton akibat prosedur pemeriksaan keamanan super ketat ala bandara tersebut, namun ia menegaskan bahwa pengamanan berlapis ini mutlak diperlukan.
Teknologi Anti-Drone dan Kotak Kaca Antipeluru
Mengingat Donald Trump telah menghadapi tiga kali upaya dugaan pembunuhan dalam kurun waktu kurang dari dua tahun terakhir, Secret Service tidak mau mengambil risiko sedikit pun dalam mengawal undangan langsung dari pemilik Knicks, James Dolan ini.
Agen keamanan mengerahkan teknologi pelacak anti-drone di wilayah udara Manhattan selama operasi perlindungan berlangsung. Di dalam stadion, Trump ditempatkan di sebuah kotak tribun khusus yang telah dimodifikasi dengan lapisan kaca antipeluru (bulletproof glass) di dekat garis tengah lapangan.
Komisioner NYPD Jessica Tisch meminta masyarakat menghindari area MSG jika tidak memiliki tiket. Polisi juga memastikan kasus penusukan pada Minggu malam yang melukai 6 orang di Stasiun Penn (tepat di bawah arena) tidak berkaitan dengan jaringan terorisme, melainkan murni ulah pelaku yang mengalami gangguan emosional.
Kehadiran Trump yang memicu sterilisasi ketat di pusat kota New York langsung menuai kritik pedas dari para politisi sayap kiri (Partai Demokrat), salah satunya Pemimpin Minoritas Senat, Chuck Schumer.
“Di salah satu momen terbaik yang dinikmati New York City dalam beberapa dekade, (Trump) malah membuat semuanya berpusat tentang dirinya sendiri. Trump harus PERGI TINGGALKAN KITA! Dia tidak diinginkan di sini,” tulis Schumer dengan nada geram melalui platform X.
Sebaliknya, Komisioner NBA Adam Silver justru mencoba meredam ketegangan politik tersebut. Ia menyatakan bahwa pihak liga menyambut hangat kehadiran Trump, mengingat sang presiden adalah seorang penggemar sejati (genuine fan) New York Knicks sejak lama. Terakhir kali Trump mendatangi MSG adalah pada November 2024 untuk menonton laga UFC pasca-kemenangan pemilunya.
“Apa yang membuat olahraga begitu istimewa, terutama ketika ada begitu banyak hal yang memisahkan manusia, adalah bahwa olahraga merupakan sesuatu yang kita miliki bersama (persamaan). Kita harus mencari hal-hal yang sama-sama kita miliki dan membangun sesuatu dari sana,” ungkap Silver kepada ESPN.
